Ngurip-Urip Budaya, Warga Manisrengo Adakan Pasar Cinta Seni Tradisi

Salah satu penampilan pada Pasar Cinta Seni Tradisi yang digelar di Desa Solodiran.

WartaKita.org – Beragam kesenian tradisonal disajikan pada event Pasar Cinta Seni Tradisi yang digelar di Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten pada Rabu hingga Sabtu (22-25/8/2018).

Penggagas Pasar Cinta Seni Tradisi, Sukisno mengatakan, Pasar Cinta Seni Tradisi ini dipelopori oleh Paguyuban Tritunggal yang terdiri dari masyarakat di Desa Solodiran dan Nangsri. Sedikitnya, ada delapan kelompok kesenian dan 28 pedagang yang berpartisipasi pada gelaran ini.

Bacaan Lainnya

“Ini merupakan tahun keempat kami mengadakan Pasar Cinta Seni Tradisi. Kenapa dinamakan pasar? Karena pada tahun 1970-an dulu, setiap ada gelaran kesenian, pasti dengan sendirinya akan bermnculan “pasar tiban”. Berangkat dari fenomena itu, maka muncullah ide untuk membuat Pasar Cinta Seni Tradisi ini,” katanya.

Sukisno menyatakan, melalui gelaran Pasar Cinta Seni Tradisi ini, masyarakat akan mengenal seperti apa tradisi dan budaya yang dimliki bangsa Indonesia. Karena dalam event ini, beragam kesenian disajikan, seperti jathilan, ketoprak, wayang kulit, angklung, dan sebagainya.

“Selama empat hari, Pasar Cinta Seni Tradisi dibuka dari siang hingga malam hari. Siang harinya kita suguhkan seni jathilan. Sedang pada malam hari pertunjukannya bergantian, ada ketoprak dari mahasiswa dan ada juga ketoprak dari pemuda-pemudi di sini,” jelasnya.

Sukisno berharap, gelaran ini mampu menjadi benteng terakhir sebagai pemersatu bangsa. Artinya, keberadaan gelaran ini merupakan salah satu cara untuk mendekatkan seni dan budaya kepada para generasi muda agar ikut nguri-nguri budaya. Mengingat kebanyakan anak-anak saat ini tidak mengenal kebudayaan Indonesia.

“Jangan sampai kita dikatakan berkunjung ke rumah sendiri. Tetapi bagaimana kita menjadi tuan rumah yang baik, yang bermodal dengan kebudayaan yang hidup di nusantara ini. Kita ini tidak hanya nguri-nguri budaya, tetapi juga ngurip-urip budaya,” terangna.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpoa) Kabupaten Klaten Pantoro mengapresiasi baik adanya gelaran Pasar Cinta Seni Tradisi ini. Sebab, keberadaan Pasar Cinta Seni Tradisi ini mampu melestarikan budaya dan meningkatkan kegotongroyongan antar masyarakat. Sekaligus juga dapat mengangkat perekonomian di lingkungan sekitar.

“Kerja keras dari semua pihak untuk mengadakan Pasar Cinta Seni Tradisi ini pantas diapresiasi. Karena secara tidak langsung, semua yang terlibat ikut memperkuat tiang penyangga potensi budaya di Klaten. Saya berharap gelaran ini terus berlanjut setiap tahunnya,” harapnya.

Pos terkait