WartaKita.org – Sebanyak 2.030 pelajar dari 58 sekolah akan terlibat dalam Festival Ketoprak Pelajar (FKP) ke IX tahun 2018.
Festival Ketoprak Pelajar yang digelar dari tanggal 7 September sampai 7 Oktober 2018 ini diadakan dalam tiga tingkatan, yaitu tingkat SMA/SMK, SMP, dan SD. FKP tahun 2018 memperebutkan Piala Gubernur Jawa Tengah dan Piala Bupati Klaten.
Inisiator Festival Ketoprak Pelajar, Edy Sulistyanto menyampaikan, Festival Ketoprak Pelajar ini bertujuan untuk pertama, memberikan media regenerasi, pendidikan karakter, kreatifitas, dan apresiasi seni ketoprak di kalangan pelajar. Kedua, melestarikan dan mengembangkan seni pertunjukan ketoprak. Dan ketiga, mendukung Klaten (sebagai) Kota Ketoprak.
Pemilik Amigo Group ini menjelaskan, FKP tingkat SMA/SMK akan digelar dari Jumat (7/9/2018) sampai Selasa (11/9/2018) atau lima hari. FKP tingkat SMA/SMK diikuti oleh 27 sekolah, terdiri dari 11 SMA dan 16 SMK, serta dari 17 sekolah negeri dan 10 sekolah swasta.
Ada yang menarik pada FKP tingkat SMA/SMK tahun 2018 ini. Karena diikuti oleh 23 sekolah dari Kabupaten Klaten, 1 sekolah dari Karanganyar, 2 sekolah dari Boyolali, dan 1 sekolah dari Sukoharjo. FKP tingkat SMA/SMK ini memperebutkan Piala Gubernur Jawa Tengah dan Piala Bupati Klaten dengan kejuaraan 52 kategori.
Sedang FKP tingkat SMP digelar dari Sabtu (15/9/2018) sampai Minggu (16/9/2018) atau dua hari. FKP tingkat SMP diikuti oleh 16 sekolah, terdiri dari 10 sekolah negeri dan 6 sekolah swasta. FKP tingkat SMP ini memperebutkan Piala Bupati Klaten dengan kejuaraan 31 kategori.
Sementara itu untuk FKP tingkat SD digelar dari Jumat (5/10/2018) sampai Minggu (7/10/2018) atau tiga hari. FKP tingkat SD diikuti 15 sekolah, terdiri dari 12 sekolah negeri dan 3 sekolah swasta. FKP tingkat SD ini memperebutkan Piala Bupati Klaten dengan kejuaraan 31 kategori.
“Berdasarkan data yang ada nampak bahwa durasi (waktu) penyelenggaraan FKP di semua tingkatan (SD, SMP, dan SMA/SMK) ini bertambah karena jumlah peserta (sekolah) terus meningkat,” katanya.
Edy Sulistyanto mengatakan, untuk dewan juri berasal dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Seni Budaya Yogyakarta, dan budayawan. Sedang sumber dana FKP ini dari Corporate Social Responsibility (CSR) Amigo Peduli Budaya dan dibantu APBD Kabupaten Klaten melalui Kecamatan Klaten Tengah.
“Kami mempunyai mimpi besar dalam FKP ini, yaitu merangkai kemajemukan yang ada pada diri generasi muda. Kami juga berharap agar kualitas FKP bisa terus meningkat. Supaya ketoprak itu semakin diminati oleh kaum muda. Maka, penampilan atau kemasan ketoprak harus bisa mengikuti zaman, baik itu dalam tata panggung, tata lampu, dan sebagainya. Sehingga kaum muda mau menonton ketoprak karena memang suka atau senang. Karena ketoprak itu memang apik, memang keren,” harapnya.
Festival Ketoprak Pelajar ini disambut baik oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
“Hati saya selalu bergetar dan bangga setiap kali melihat dan terlibat (dalam) pentas seni ketoprak. Saya menangkap nuansa kegembiraan dan kesukacitaan rakyat dalam suasana harmonis yang dibangun oleh event seni budaya tradisional kita. Melalui Festival Ketoprak Pelajar ke IX ini, para pejuang olahrasa akan menunjukkan keluwesan, keindahan, penjiwaan dalam atraksi pertunjukan dan mengajarkan hebatnya nilai-nilai karakter luhur budaya. Maka saya medukung penuh kegiatan ini,” tandasnya.
Sekadar diketahui, pada saat evaluasi Festival Ketoprak Pelajar 2017 telah diiventarisir bahwa FKP telah memiliki 106 lakon video ketoprak, 57 naskah lakon dan iringan ketoprak, anggota alumni 4.523 pelajar, serta 96 piagam prestasi kejuaraan.









