Nguri-Uri Tradisi Dan Kearifan Lokal, Warga Jonggrangan Gelar Bersih Desa Sendang Simbar Joyo

Masyarakat dan pengunjung menikmati ambengan yang disediakan pada acara Bersih Desa Sendang Simbar Joyo di Desa Jonggrangan pada Jumat (21/7/2023) siang.

WartaKita.org – Pemerintah Desa (Pemdes) Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten bersama masyarakat desa setempat menggelar acara Bersih Desa “Sendang Simbar Joyo” pada Jumat (21/7/2023) siang.

Ketua panitia bersih desa, Slamet Riyadi dalam laporan menyampaikan, Bersih Desa Sendang Simbar Joyo ini sudah dimulai pada hari Kamis (20/7/2023) dengan membersihkan area di sekitar Sendang Simbar Joyo. Gotong royong ini dilakukan oleh masyarakat Desa Jonggrangan dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Sedang pada puncak acara bersih desa ini, masyarakat menyediakan 50 ambengan untuk kondangan yang didoakan secara bersama-sama yang dipimpin oleh Modin Desa Jonggrangan Haryoko.

Alhamdulilah, dalam kondangan ini ada 50 ambengan yang disediakan masyarakat. Setelah didoakan oleh Bapak Modin, selanjutnya ambengan itu dimakan bersama oleh masyarakat yang hadir,” katanya.

Slamet Riyadi menyatakan, untuk memeriahkan suasana, maka panitia mengundang grup seni karawitan, Sanggar Cemara, pementasan Tari Gambyong Pareanom, dan juga seniman Gareng dari Karanganyar. Tari Gambyong Pareanom ini dibawakan Kristin, Indah, dan Anis.

“Semoga masyarakat dan pengunjung acara Bersih Desa Sendang Simbar Joyo ini terhibur dengan penampilan mereka,” harapnya.

Penampilan seniman Gareng dari Karanganyar bersama Niken dari Musuk, Boyolali menghibur masyarakat dan pengunjung yang hadir di acara Bersih Desa Sendang Simbar Joyo di Desa Jonggrangan pada Jumat (21/7/2023) siang.

Sedang Kepala Desa Jonggrangan Sunarno menjelaskan, Bersih Desa Sendang Simbar Joyo ini merupakan tradisi masyarakat Desa Jonggrangan yang diadakan setiap hari Jumat pekan pertama di bulan Muharram atau Suro. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun.

“Bersih desa ini merupakan kearifan lokal yang harus dilestarikan atau diuri-uri. Dalam bersih desa ini, semua elemen warga bisa bersatu di sini, baik itu dari agama apapun,” tandasnya.

Sunarna mengatakan, bersih desa ini merupakan bukti nyata kerukunan masyarakat Desa Jonggrangan. Karena masyarakat berkumpul di sini tanpa sekat dan perbedaan.

“Saya berharap, para generasi muda untuk bisa melestarikan budaya yang sudah turun-temurun ini,” pintanya.

Usai sambutan, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Modin Desa Jonggrangan Haryoko. Selanjutnya, ambengan itu dimakan bersama oleh masyarakat yang hadir. Mereka nampak bersukacita menikmati makanan yang disediakan.

Di sela menikmati ambengan yang tersedia, masyarakat dan pengunjung dihibur penampilan seniman Gareng dari Karanganyar bersama Niken dari Musuk, Boyolali.

Pos terkait