Minggu Panggilan Di Paroki Wedi Berlangsung Membahagiakan, Puluhan Anak Merasakan Jadi Rama, Bruder Dan Suster

Anak-anak dengan memakai baju uskup, imam, frater, bruder dan suster berfoto bersama Pendamping PIA/PIR Paroki Wedi dan Rama Edy.

WartaKita.org – Gereja Katolik merayakan Minggu Paskah (ke) IV sebagai Minggu Panggilan.

Minggu Panggilan ini untuk mensyukuri rahmat panggilan hidup membiara bagi imam (rama), bruder, suster, calon imam, calon biarawan, dan calon biarawati serta panggilan sebagai umat Allah.

Bacaan Lainnya

Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten melalui Tim Pelayanan Promosi Panggilan mengadakan Perayaan Ekaristi bersama pada Minggu (11/5/2025) pagi. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr.

Dalam homili, Rama Edy men-sharing-kan panggilannya sebagai imam.

“Saat mau masuk seminari, saya ditanya: apa motivasinya ingin menjadi rama? Saya jawab: kepengin ndherek njembaraken Kraton Dalem (ikut meluaskan Kerajaan Allah). Meski saat itu saya juga belum pati mudeng, tetapi semangat itulah yang terus saya hidupi sampai sekarang,” kata rama.

Tim Pelayanan Promosi Panggilan Paroki Wedi, Suster M Colleta AK menyampaikan, dalam Perayaan Ekaristi Minggu Panggilan ini, anak-anak secara khusus mengenakan baju uskup, imam, frater, bruder dan suster.

Ada 48 anak yang terlibat dan mengenakan baju “khusus” tersebut. Anak-anak begitu semangat dan antusias memakai baju rama, frater, bruder dan suster. Mereka menikmati  dan merasa bahagia dengan momen khusus ini.

“Anak-anak secara khusus merasakan menjadi rama, bruder, dan suster kecil. Harapannya, semoga ada (tumbuh) benih-benih panggilan diantara anak anak, dan mereka semakin mengenal panggilan hidup membiara,” ujar suster.

Suster Colleta AK menambahkan, untuk mengenalkan hidup bakti kepada umat, terutama anak-anak, remaja, dan orang muda, maka akan diadakan kegiatan live in (tinggal bersama) dari frater, bruder, dan suster di lingkungan pada tanggal 23 sampai 25 Mei 2025.

“Dalam live in ini, para dari frater, bruder, dan suster akan berkegiatan dan berdinamika bersama di lingkungan dengan pertemuan bersama umat, kunjungan, serta pertemuan dengan PIA,PIR, calon penerima) komuni pertama, dan calon penerima Sakramen Penguatan (Krisma),” jelas suster.

Pos terkait