WartaKita.org – Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten mengembangkan konsep agrowisata sejak empat tahun terakhir. Dan menurut rencana, Desa Agrowisata Pasung ini akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2022 mendatang.
Meski begitu, sudah banyak Pemerintah Daerah (Pemda) atau Pemerintah Desa (Pemdes) lain yang berkunjung ke Desa Agrowisata Pasung untuk studi banding atau belajar bersama.
Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (4/11/2021) lalu.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Tapin Rahmadi bersama sejumlah camat mengunjungi Desa Agrowisata Pasung untuk studi banding.
Kedatangan rombongan dari Pemkab Tapin ini disambut Camat Wedi Rizqan Iryawan, Kepala Desa (Kades) Pasung Sumarsono, Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Pasung Lumintu, dan lainnya.
Kepala Desa (Kades) Pasung Sumarsono “Ambon” saat ditemui wartakita.org, Jumat (5/11/2021), menyampaikan, Pemdes Pasung mendapat kunjungan dari Pemkab Tapin pada Kamis (4/11/2021). Di Pasung, mereka belajar tentang pengembangan konsep agrowisata.
“Prinsipnya, kami selalu terbuka dengan kunjungan (studi banding) seperti itu. Di setiap ada kunjungan, tamu tersebut kami persilakan memetik aneka buah yang ada. Kemarin yang dipetik ada buah nangka dan buah kelengkeng,” katanya.
Kades Pasung menyatakan, banyak tamu dari luar daerah yang belajar mengenai pengembangan konsep desa agrowisata.
Menurutnya, pengembangan desa agrowisata itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan desa setempat. Selain itu, juga untuk menarik minat kawula muda agar tertarik di bidang pertanian.
“Sebelum kunjungan dari Kabupaten Tapin, pernah ada kunjungan dari Kabupaten Blitar (Jawa Timur). Semua yang berkunjung di sini bisa memetik buah secara gratis. Selain itu, juga pernah ada kunjungan dari sejumlah Pemdes di Klaten. Misalnya dari Kecamatan Trucuk, Karangdowo, dan Jogonalan,” ujarnya.

Kades Sumarsono menjelaskan, hingga sekarang, Desa Pasung telah memiliki lebih dari 1.000 tanaman buah yang ditanam di pinggir jalan utama desa setempat. Jenis tanaman tersebut seperti nangka, kelengkeng, mangga, belimbing, dan jambu.
“Sampai saat ini, aneka tanaman buah-buahan itu sudah mulai berbuah dan dapat dinikmati warga. Dan sesuai rencana, desa agrowisata Pasung ini akan diluncurkan pada pertengahan 2022,” ucapnya.
Ada yang menarik saat kunjungan atau studi banding ini. Pengunjung dapat memetik aneka buah seperti nangka, kelengkeng, dan lainnya secara gratis yang tersebar di pinggir jalan utama desa setempat.









