WartaKita.org – Banyak cara bisa dilakukan seseorang untuk mensyukuri kebahagiaan yang dialaminya.
Kepala Desa (Kades) Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, H Waloya misalnya, memilih membagikan santunan kepada 400 anak yatim dan dhuafa.
Pembagian santunan ini dilakukan dalam acara bertajuk “Syukur Kemerdekaan dan Muharram Ceria” yang diadakan di rumahnya, di Dukuh Gopaten, Desa Gemblegan pada Minggu (29/8/2021).
Kades Gemblegan H Waloya menyampaikan, pembagian santunan kepada anak yatim dan dhuafa ini merupakan agenda rutin yang diadakan setiap tahun. Pembagian santunan ini mulai dilakukan jauh sebelum dia menjadi Kepala Desa Gemblegan.
“Setiap bulan Suro (Muharram), kami menyantuni anak yatim dan dhuafa. Dari awal yang tadinya hanya 60 anak yatim, kemudian setiap tahun bertambah. Sehingga sekarang bisa menyantuni 400 anak yatim. Yang kami prioritaskan (untuk mendapat santunan) adalah warga Desa Gemblegan. Kemudian meluas sampai ke Karanganom, Bayat, dan sebagainya,” katanya.
Waloya menjelaskan, pertimbangan atau alasan mengapa dirinya memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa pada bulan Suro itu karena sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW dan ajaran agama Islam yang dia yakini.
“Sebaiknya pada tanggal 10 Suro. Tetapi karena (tanggal 10 Suro tahun 2021 ini) tidak pas hari Minggu, maka kita ambil hari yang (anak-anak) bisa datang semuanya, yaitu hari Minggu. Kita diajarkan untuk memuliakan anak yatim. Mengapa begitu? Karena Rasulullah mengajarkan, bahwa nanti saya dan anak yatim yang kita sayangi bisa masuk ke surga bersama-sama. Ibarate, antara ibu jari dengan jari telunjuk, karena saking dekatnya,” terangnya.
Pemilik Fendy Rumah Batik ini mengatakan, dalam pembagian santunan ini, dirinya bekerjasama dengan LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama).
“Nama-nama anak (yatim dan dhuafa yang diusulkan mendapat santunan) itu dari LAZISNU. Jadi kita tidak mengalami kesulitan. Karena setiap daerah sudah punya LAZISNU. Tinggal anak-anak yatim yang akan dikirim yang mana,” ujarnya.
Menurut Waloya, santunan ini sangat berarti dan berguna bagi para penerimnya. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini.
“Kita memberikan kepada anak satu amplop. Nominalnya Rp100 ribu. Kita yakin, anak-anak itu sangat membutuhkan. Apalagi sekarang sedang pandemi covid-19. Dimana orang sangat sulit untuk mencari uang. Kita berharap, santunan itu bisa bermanfaat dan membantu mereka,” ucapnya.
Waloya mengemukakan, pada saat pembagian santunan yang pertama kali, dia bercinta-cita bisa memberikan santunan kepada 500 anak yatim.
“Saya punya cita-cita. Saat penyaluran santunan yang pertama itu (60 anak yatim), saya ingin menambah terus sampai batasan maksimal 500 anak yatim. Dan Alhamdulillah, sudah hampir tercapai. Saya selalu minta doa, agar cita-cita saya itu bisa tercapai. Insyaallah, tahun depan bisa tercapai,” harapnya.

Waloya menambahkan, pemberian santunan ini juga sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan karena telah “menyelamatkan” jiwanya.
“Saya bersyukur. Kalau secara medis, saya tidak “lolos”. Karena saturasi saya (waktu itu) hanya 72. Tetapi saya bisa tertolong. Ya, alhamdulillah. Saya bersyukur. Ibarate (kalau saat itu saya dipanggil Tuhan), yang saya bawa ya amalan ibadah saya itu,” akunya.
Ternyata, tak hanya itu yang dilakukan Waloya. Pada Senin (30/8/2021) sore, dia bersama keluarganya juga membagikan santunan kepada 33 warganya yang dhuafa.
“Saya bersama keluarga mengantar santunan kepada mereka. Sebab kalau orangtua, tidak mungkin datang ke sini (rumah). Ada 33 orang yang betul-betul perlu dibantu,” terangnya.
Waloya mengatakan, setelah menjadi kepala desa, dia tahu persis kondisi yang dialami warganya.
“Di Desa Gemblegan itu ada warga yang usianya sudah tua. Dia berjualan bensin. Nek bensine ora payu, ya ora mangan tenan. Itu ada. Di wilayah lain. Ada warga yang hidupnya ditopang oleh tetangga. Kalau tidak dikasih tetangga, ya tidak makan. Nah, orang-orang seperti ini harus kita bantu dan kita perhatiankan,” tandasnya.
Acara pembagian santunan ini dilakukan dengan menaati protokol kesehatan yang ketat. Acara ini juga dihadiri Camat Kalikotes Seniwati, Kapolsek Kalikotes Ipda Slamet, dan undangan lainnya.









