Menambah Penghasilan Keluarga Di Masa Pandemi, PKK Bugisan Adakan Pelatihan Membatik Ecoprint

Kades Bugisan dan peserta serta instruktur pelatihan membatik ecoprint berfoto bersama, Minggu (27/3/2022).

WartaKita.org – Banyak cara bisa dilakukan untuk menambah penghasilan keluarga di masa pandemi Covid-19 ini.

Seperti yang dilakukan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten pada Minggu (27/3/2022) lalu.

Bacaan Lainnya

TP PKK Desa Bugisan mengadakan pelatihan membatik ecoprint di rumah Kepala Desa Bugisan, Heru Nugroho.

Bertindak sebagai instruktur pelatihan adalah Erna Kuswandari, praktisi sekaligus pemilik “Batik Ecoprint Kamala Art” yang beralamat di Dukuh Keden RT 28/RW 12, Desa Keden, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bugisan Hastin Nuryani menjelaskan, pelatihan membatik ecoprint ini diikuti oleh 13 orang ibu. Mereka adalah para ibu rumah tangga yang sebagian mempunyai usaha menjahit baju di rumah.

“Kita memilih pelatihan membatik ecoprint ini karena kita ingin memanfaatkan bunga dan dedaunan yang ada di sekitar kita. Karena selama ini, daun-daunan yang ada itu biasanya hanya dibuang dan dibakar. Maka kita ingin manfaatkan semua itu menjadi aneka kain yang bermotif seperti batik. Kita buat menjadi sesuatu yang bernilai seni,” katanya.

Hastin Nuryani mengatakan, dengan pelatihan membatik ecoprint ini diharapkan bisa meningkatkan kreatifitas warga Desa Bugisan dan menambah penghasilan keluarga.

“Harapan kita, kain batik ecoprint itu bisa kita jual. Karena kebetulan Desa Bugisan ini adalah desa wisata. Dengan demikian, untuk pemasarannya akan lebih mudah, dan lebih gampang diterima di masyarakat. Pasarnya juga bisa lebih luas, bisa nasional, dan bahkan internasional,” ujarnya.

Hastin berharap, pelatihan membatik ecoprint ini dapat berlanjut. Jadi, tidak hanya berhenti di pelatihan ini.

“Kami bermimpi, di kain batik ini ada motif daun-daunan, ada gambar relief atau Candi Plaosan, sehingga menjadi souvenir khas Desa Bugisan,” harapnya.

Sejumlah peserta sedang praktek membuat batik ecoprint, Minggu (27/3/2022).

Sedang instruktur pelatihan membatik ecoprint, Erna Kuswandari menyampaikan, dalam pelatihan ini peserta diajari bagaimana mengolah aneka limbah daun dan bunga yang selama ini menjadi sampah dan dibakar untuk dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis tinggi dan bisa menghasilkan rejeki di masa pandemi ini.

“Bagaimana kita berinovasi menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar sini. Maka harapan saya, setelah pelatihan ini, ibu-ibu bisa lebih berdaya, kemudian hasilnya bisa terjual, sehingga bisa memberikan manfaat, dan menjadi salah satu solusi di masa pandemi,” terangnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Bugisan Heru Nugroho mengaku sangat mendukung program dari ibu-ibu PKK yang mengadakan pelatihan membatik ecoprint ini. Karena ibu-ibu ini memiliki potensi dan semangat sekali.

“Kita mendukung kegiatan pelatihan. Terkait pembiayaan, kita akan kucurkan dana desa sampai nanti batik ecoprint ini bisa menjadi ikon Desa Bugisan. Nantinya, batik ecoprint ini akan kita pasarkan di sekitar Candi Plaosan. Sehingga menjadi cinderamata dan kenang-kenangan yang mengesan bari para pengunjung,” ucapnya.

Pos terkait