Jalan Salib, Siapkan Anak Dan Remaja Paroki Cawas Jadi Generasi Yang Misioner

Anak-anak berfoto bersama Pendamping Iman Anak dan Remaja Paroki Santa Maria Assumpta Cawas usai mengikuti Jalan Salib, Jumat (25/3/2022) sore.

WartaKita.org – Pendampingan Iman Anak dan Remaja (PIAR) Paroki Santa Maria Assumpta Cawas, Kabupaten Klaten mengadakan kegiatan Jalan Salib secara rutin setiap Jumat sore selama masa Prapaskah 2022 ini.

Seperti yang dilakukan pada Jumat (25/3/2022) sore.

Bacaan Lainnya

Koordinator Pendampingan Iman Remaja (PIR) Paroki Santa Maria Assumpta Cawas, Mariya Ananingrum menyampaikan, PIAR merupakan wadah bagi anak dan remaja dalam mengembangkan iman mereka akan Yesus Kristus. Selain itu, PIAR juga menjadi media bersosialisasi dengan teman yang seiman, sehingga kepribadian sosial mereka juga ikut berkembang.

“Kegiatan rutin Jalan Salib menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan anak-anak dan remaja menjadi generasi yang misioner,” katanya.

Kegiatan Jalan Salib ini dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Ragilta Putri. Kemudian dilanjutkan memuji Tuhan yang dipimpin Mariya Ananingrum. Pujian juga dipandu oleh para kakak pendamping dengan penuh semangat.

Lalu anak-anak diajak untuk Jalan Salib. Dalam Jalan Salib ini, anak-anak didampingi oleh tim formator sebagai pendamping yunior yang selalu energik dan penuh semangat. Mereka adalah Icha, Ganda, Clara, Felis, Agata, Excel, Paulina, Tania, Ana Muktia, Canda, dan Fabian.

Sedang pemimpin Jalan Salib dilakukan secara bergantian oleh Ririn, Susana dan Agnes Elis.

Setelah perhentian terakhir selesai, anak-anak berkumpul melingkar di Taman Doa untuk mendengarkan renungan dan doa penutup yang dibawakan oleh Antonius Eko Purdianto.

Dalam renungan, Antonius Eko Purdianto mengajak anak-anak untuk berbelarasa dan berpengharapan. Berbelarasa berarti mempunyai sikap peduli dan bersedia berbagi kepada sesama yang sakit, menderita, menjadi korban kekerasan keluarga dan akibat peperangan.

Sedang berpengharapan berarti sepenuhnya mengimani bahwa Tuhan Yesus yang mencintai anak-anak, dan tinggal dalam diri masing-masing anak, sehingga ikut berpartisipasi mewujudkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Selain itu, juga untuk menjunjung tinggi setiap martabat kehidupan dan hidup damai sejahtera.

“Jalan Salib ini sebagai latihan rohani untuk menghayati cinta kasih Allah melalui Yesus Kristus dan belajar bermatiraga, bertobat, dan menimba rahmat penebusan untuk semakin teguh, mendalam dan tangguh sebagai pengikut Kristus,” ujarnya.

Kegiatan Jalan Salib PIAR Paroki Santa Maria Assumpta Cawas, Jumat (25/3/2022) sore.

Dalam aksinya kali ini, anak-anak membawa beras dan juga persembahan.

Kegiatan Jalan Salib PIA dan PIR Paroki Cawas ini akhirnya selesai dengan baik.

Setelah doa penutup, anak-anak pun lalu pulang. Tidak lupa, mereka mengambil snack yang sudah disediakan oleh para pendamping yaitu Agnes Suharni dan Katarina Wijayanti.

Anak-anak pun pulang dengan membawa sukacita di hati.

Koordinator Tim Pelayanan PIAR Paroki Cawas, Ririn menyatakan, anak-anak antusias mengikuti kegiatan Jalan Salib tersebut. Bahkan, ada anak yang baru pertama kali mengikutinya.

“Jalan Salib memang perlu dikenalkan sejak dini (kepada anak-anak). Karena itu, pendamping juga harus telaten mendampingi anak-anak,” ucapnya.

Pos terkait