Membangun Toleransi Melalui Takjil Ramadhan

Alumni SMP Pangudi Luhur Wedi membagikan takjil kepada warga kurang mampu untuk membangun toleransi antar umat beragama.

UPAYA untuk membangun toleransi antar umat beragama bisa dilakukan melalui berbagai cara.

Seperti yang dilakukan oleh umat Katolik di Lingkungan Santo Yusup Ngering, Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten ini.

Bacaan Lainnya

Sudah dua kali Ramadhan ini, umat Lingkungan Yusup Ngering membantu menyediakan takjil (hidangan berbuka puasa) untuk umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa di sekitar mereka.

Ada dua masjid yang diberi takjil, yakni Masjid Miftakhul Jannah di Dukuh Ngering, Desa Bakung, Kecamatan Jogonalan dan Masjid Al Darojat di Dukuh Ngering, Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten.

Selama Ramadhan, umat menyediakan takjil sebanyak empat kali. Dana untuk pengadaan takjil ini berasal dari kas lingkungan.

Pemberian takjil untuk jamaah di dua masjid ini bertujuan untuk membangun toleransi dan solidaritas antar umat beragama. Maka, para ibu di Lingkungan Yusup Ngering pun dengan senang hati mempersiapkan takjil untuk umat Muslim itu.

Ternyata, umat Muslim pun menanggapi dengan senang hati pemberian takjil dari umat Lingkungan Yusup Ngering itu. Mereka mengucapkan terima kasih atas kebaikan hati dari umat Lingkungan Yusup Ngering.

Hal lain juga dilakukan oleh siswa lulusan SMP Pangudi Luhur 1 Klaten dan SMP Pangudi Luhur Wedi. Dalam rangka merayakan dan mensyukuri kelulusannya, mereka berbagi takjil kepada umat Muslim yang berada di Kota Klaten dan sekitarnya.

Pembagian takjil dimulai dari pangkalan becak di depan Masjid Agung Al Aqsa, kemudian ke Alun-Alun Klaten, dan berakhir di Stasiun Klaten. Takjil yang dibagikan berupa roti, arem-arem, air mineral dan es degan (kelapa muda). Mereka menyediakan sekitar 80 paket.

Para lulusan SMP Pangudi Luhur itu menyampaikan, kegiatan bagi-bagi takjil ini diadakan sebagai ucapan syukur karena mereka telah lulus SMP. Sedang dana untuk kegiatan ini berasal dari urunan para lulusan se-ikhlasnya.

Mereka memilih berbagi takjil ini karena kegiatan ini sederhana, murah, mudah dilakukan, dan berguna bagi sesama.

Kegiatan berbagi takjil ini disambut baik oleh warga Klaten. Warga berterima kasih kegiatan berbagi takjil ini.

Acara bagi-bagi takjil ini juga diikuti siswa SMP Pangudi Luhur Wedi yang beragama Muslim. Ia merasa senang, karena kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan rasa toleransi dan sikap menghargai antar umat beragama.

L Sukamta

 

 

 

Pos terkait