Membangun Ketahanan Pangan, Pemdes Plawikan Kukuhkan KWT, Bantu Dana Rp5 Juta Per Kelompok

Kepala Desa Plawikan Lilik Ratnawati menyerahkan bantuan dana untuk pengembangan KWT Seneng Sabar RT 1 RW 04 Dukuh Minggiran, Kamis (15/9/2022).

WartaKita.org – Pemerintah Desa (Pemdes) Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten terus berupaya membangun ketahanan pangan untuk masyarakat setempat.

Pembangunan ketahanan pangan ini diwujudkan dengan membuat Kebun Ketahanan Pangan dan Lomba Ketahanan Pangan Tingkat RT yang telah dimulai pada bulan Januari 2022 lalu.

Bacaan Lainnya

Anggaran pembangunan ketahanan pangan ini diambilkan dari alokasi 20 persen Dana Desa untuk Ketahanan Pangan dan Peternakan.

Kepala Desa (Kades) Plawikan Lilik Ratnawati, Kamis (15/9/2022), menyampaikan, pembangunan ketahanan pangan ini diawali dengan pemberian bantuan beberapa jenis sayuran dan ternak ayam. Lokasi ketahanan pangan yang berada di tingkat RT ini amat beragam. Mulai dari tritisan halaman rumah, pekarangan kosong, area tanah kosong di tepi jalan desa, tanah kosong di tepi sungai dan lainnya.

“Saya berterima kasih dan bangga atas partisipasi dan peran serta warga masyarakat. Karena dari 29 RT yang ada di Desa Plawikan, semuanya turut ambil bagian membangun kebun ketahanan pangan,” katanya.

Kades Lilik Ratnawati  menyatakan, kegotongroyongan warga dalam membangun kebun ketahanan pangan di tingkat RT ini sangat baik. Mereka merasakan kegiatan gotong royong ini sebagai wahana untuk saling berkumpul dan saling berbagi tugas pasca pandemi Covid-19 yang serba membatasi.

“Pemerintah Desa Plawikan memberikan apresiasi kepada masyarakat. Bentuk apresiasi yang diberikan adalah dengan dikukuhkannya Kelompok Wanita Tani (KWT) maupun Paguyuban. Sekaligus untuk beberapa kelompok yang berprestasi diberikan bantuan keuangan sebesar Rp5 juta per kelompok. Bantuan keuangan ini untuk melestarikan kegiatan warga yang bernuansa pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Karena itu, Pemdes Plawikan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengukuhan Kelompok Wanita Tani (KWT) Seneng Rukun RT 1 RW 04 Dukuh Minggiran, dan KWT Ngudi Rejeki RT02 RW 08 Dukuh Plawikan pada Kamis (15/9/2022).

Kepala Desa Plawikan Lilik Ratnawati meninjau kolam budidaya lele di KWT Seneng Sabar RT 1 RW 04 Dukuh Minggiran, Kamis (15/9/2022).

Lilik Ratnawati  mengatakan, kedua KWT tersebut telah memperluas kebun ketahanan pangan dan mengelolanya secara sungguh-sungguh. Warga telah merasakan manfaat dari keberadaan kebun ketahanan pangan ini. Panen aneka sayuran bisa dipetik harian, mingguan, dua mingguan, serta bulanan.

“Program yang dilakukan Pemerintah Desa Plawikan ini mungkin yang paling awal di Kabupaten Klaten, atau mungkin se Provinsi Jawa Tengah. Sebab Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2022 yang mengamanatkan 20 persen Dana Desa wajib membangun Ketahanan Pangan dan Peternakan. Desa Plawikan langsung menerapkannya sejak awal tahun 2022,” paparnya.

Sedang Ketua KWT Ngudi Rejeki RT02 RW 08 Dukuh Plawikan, Maryani Marlina mengaku senang kelompoknya mendapatkan perhatian dan bantuan dari Pemdes Plawikan untuk pengembangan lahan ketahanan pangan yang awalnya merupakan tempat pembuangan sampah.

“Luar biasa. Bu Kades merespon proposal kami secara cepat. Selama ini, kami mengalami kesulitan dalam hal pengairan. Karena kami masih secara manual mengambil air dari sungai (untuk pengairan). Nantinya bantuan ini akan kami gunakan untuk pengadaan pompa air agar lahan ketahanan pangan ini dapat terus lestari,” tandasnya.

Sementara itu Ketua KWT Seneng Sabar RT 1 RW 04 Dukuh Minggiran, Sri Mulyaningsih mengungkapkan, program ketahanan pangan ini sudah dirasakan manfaatnya untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat.

“Belum lama ini kami memanen lele. Hasilnya kita jual murah kepada warga sekitar. Masyarakat sangat senang mendapatkan lele dengan harga di bawah pasar. Sedang hasil penjualan kita kembangkan lagi untuk budidaya lele dan sayuran,” terangnya.

Nampaknya, kiprah masyarakat Desa Plawikan dalam membangun ketahanan pangan ini telah menarik minat Perguruan Tinggi STPMD-APMD Yogyakarta. Menurut rencana, sebanyak 50 orang mahasiswa S2 (pasca sarjana) dari Perguruan Tinggi tersebut akan melakukan studi lapangan khususnya dalam hal pemberdayaan masyarakat, tidak terkecuali mengenai ketahanan pangan pada Oktober mendatang.

Pos terkait