Dukung Pelestarian Budaya, Rama “Kompas Klara” Dan Pendamping PIA-PIR Rayon Klaten Kunjungi Omah Wayang

Para rama Komisariat Pastoran Klaten Raya (Kompas Klara) serta Pendamping PIA-PIR berfoto bersama pegiat seni Omah Wayang di Dukuh Padangan, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jumat (16/9/2022) sore.

WartaKita.org – Para rama yang tergabung dalam Komisariat Pastoran Klaten Raya (Kompas Klara) bersilaturahmi ke Omah Wayang di Dukuh Padangan, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jumat (16/9/2022) sore.

Kunjungan para rama yang bertugas di wiayah Kabupaten Klaten ke Omah Wayang ini untuk makin mengenal dan ikut mendukung komunitas pelestari budaya, khususnya wayang.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan sore itu, para rama juga mengajak para pendamping PIA (Pendampingan Iman Anak) – PIR (Pendampingan Iman Remaja) dari masing-masing paroki.

Kedatangan para rama Kompas Klara ini disambut pimpinan Omah Wayang, Krystiadi bersama jajaran.

Pimpinan Omah Wayang, Krystiadi menjelaskan sejarah berdirinya Omah Wayang.

“Omah Wayang berdiri karena kecintaan orangtua kami, R Soemiyanto yang adalah seorang dalang. Beliau ingin agar wayang tetap dijaga kelestariannya sampai ke generasi berikutnya. Sepeninggal orangtua, kami para putra meneruskan wasiat ayah kami. Kami teruskan cita-cita beliau untuk mewariskan budaya wayang ke orang-orang di sekitar kami,” terangnya.

Krystiadi menyampaikan, Omah Wayang ini tidak profit oriented.

“Kami tidak profit oriented. Yang penting, kami ingin orang lain senang dan mau belajar bersama di Omah Wayang. Siapapun welcome di sini. Kami menerima dengan sukacita,” katanya.

Krystiadi mengemukakan, di Omah Wayang, mereka belajar tentang pewayangan, pedalangan, karawatin, seni tari dan juga diajari membuat wayang dari kulit.

“Tapi untuk seni kriya natah wayang belakangan ini semakin sedikit muridnya,” ujarnya.

Para rama Kompas Klara berfoto bersama pegiat seni Omah Wayang di Dukuh Padangan, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jumat (16/9/2022) sore.

Sedang Koordinator para rama Kompas Klara, Rama Alexander Joko Purwanto, Pr mengatakan, kedatangan para rama di Omah Wayang ini untuk berkenalan dengan para pekerja seni dan ingin mendukung usaha-usaha komunitas dalam melestarikan budaya warisan nenek moyang yang luhur.

“Kami ingin belajar dan mengembangkan kepedulian terhadap budaya yang bernilai luhur agar tetap bisa dilestarikan bersama. Wayang punya nilai-nilai luhur dan bisa dipakai sebagai sarana pewartaan Kabar Gembira,” tandas rama.

Pada kesempatan itu dipentaskan pagelaran wayang warta dengan lakon “Saulus Martobat” oleh Dalang cilik Punta Wijaya yang baru duduk di Kelas 8 SMP.  Pagelaran wayang warta yang berlangsung sekitar dua jam ini sungguh memukau para penonton.

Dari kunjungan ini diharapkan dapat memberi inspirasi bagi para pendamping PIA-PIR untuk mengembangkan seni budaya sebagai sarana pewartaan Injil.

Romo A Joko Purwanto, Pr menyerahkan wayang ke dalang cilik Punta Wijaya sebelum mementaskan wayang warta dengan lakon “Saulus Martobat”di Omah Wayang Dukuh Padangan, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jumat (16/9/2022) sore.

Kunjungan ke Omah Wayang ini mendapat tanggapan dan kesan yang baik dari para rama.

Pastor Paroki Santa Theresia Jombor, Rama Antonius Amisani Kurniadi, Pr merasa sangat terkesan dengan pementasan wayang ini. Dia mengharap agar waktu pementasan bisa diperpanjang.

“Sangat bagus dan terus dilanjutkan,” ucap rama.

Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Klaten Rama Gregorius Kriswanto, Pr juga mengapresiasi penampilan Punta dan kawan-kawan dalam memainkan wayang.

“Ternyata wayang bisa menjadi sarana ampuh untuk mewartakan Injil. Dengan melihat wayang, kisah Kitab Suci menjadi lebih hidup dan menarik,” ungkap rama.

Selesai pementasan wayang, semua peserta diajak berfoto dan santap malam bersama sebagai ungkapan kegembiraan.

Pos terkait