WartaKita.org – Bulan Ruwah nampaknya menjadi “berkah” bagi produsen gula kristal (gula batu) dan gula jawa (gula merah).
Setidaknya, hal ini dialami oleh Andi Prihatmoko, pemilik CV Bangkit Jaya, produsen gula kristal dan gula jawa bermerek “Andi”.
Ditemui di “pabrik”-nya di Dukuh Slegrengan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Kamis (24/3/2022), Andi Prihatmoko menyampaikan, permintaan gula kristal dan gula jawa pada bulan Ruwah ini meningkat tajam. Bahkan, permintaan konsumen meningkat sampai 50 persen dari hari-hari biasa.
Menurutnya, permintaan gula kristal dan gula jawa ini akan terus meningkat sampai pada bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran.
“Permintaan dari konsumen itu bisa kita lihat dari produksi (gula kristal dan gula jawa) kita. Saat ini, produksi kita naiknya 50 persen dari hari biasa. Biasanya kita masak 4 ton (pada hari-hari biasa). Tetapi sekarang sudah (produksi) jadi 6 ton. Nanti kalau mau masuk ke Ramadhan, sekitar H-2 atau H-3, (produksi) kita naikkan lagi menjadi 7,5 ton sampai 8 ton. Dan menjelang Lebaran, produksinya akan kita tambah lagi,” katanya.
Andi Prihatmoko menjelaskan, pemasaran gula kristal dan gula jawa produksinya selama ini hanya di lokal Kabupaten Klaten dan sekitarnya, seperti Jogja atau Solo. Dan itu pun hanya kalangan tertentu.
“Karena kalau (kita melayani) jual eceran di Jogja atau Solo, kita (bisa) kurang barang. (maka) Kita menyesuaikan kemampuan kita membikin barang (gula kristal dan gula jawa). Percuma cari langganan banyak, tetapi barangnya tidak mampu. Ini pun untuk gula merah, kita (masih) disupport dari relasi kita di Cilacap. Kalau nggak disupport, nggak cukup,” ujarnya.
Andi menyatakan, ia mulai memproduksi gula kristal dan gula jawa di Slegrengan pada tahun 2017. Tetapi kalau bergerak di usaha gula sejak jaman bapaknya masih hidup.
“Dulu, (usaha) bapak itu sistemnya kulakan gula di Cilacap. Tetapi akhirnya kalah sama pemain lokal di sana. Lalu kita punya inisiatif untuk bikin sendiri. Maka, kita menangnya bikin sendiri, di kandang (wilayah) sendiri. Otomatis proses jualnya kita menang. Kita nggak kalah di transport. Selama ini, kita melayani permintaan besar, dan retail kecil. Bahkan, permintaan 10 kilo, 5 kilo saja kita layani,” paparnya.

Andi mengemukakan, dalam sehari, rata-rata ia bisa memproduksi sampai 6 ton. Dari 6 ton ini akan menjadi 4 ton gula kristal dan 2 ton gula jawa. Tapi kalau permintaannya meningkat, mereka bisa menambah produksi lagi.
“Sebetulnya, (produksi gula kristal dan gula jawa) tergantung dari tenaga kerja dan media atau tempat cetakannya. Kita mau bikin 10 ton sehari bisa. Yang penting tenaga kerja dan medianya ada. Karena total tenaga kerja kita ada 57 orang, dan 80 persennya adalah warga lokal. Karena niat saya memang ingin mengangkat masyarakat di sini supaya bisa kerja semua,” terangnya.
Andi mengaku, selama pandemi Covid-19, produknya malah laris. Bahkan, para produsen wedang uwuh itu sampai menginap di sini (Slegrengan).
“Karena waktu itu, bahan baku wedang uwuh ini khan gula batu (kristal). Ada yang gula batu angleng, dan ada yang gula batu kristal. Jadi malah kayak dapat berkah. Sebab wedang uwuh saat itu menjadi minuman paling favorit untuk meningkatkan imunitas tubuh,” ucapnya.









