WartaKita.org – Sebanyak 108 siswa Kelas 6 dan didampingi 8 guru dari SDIT Muhammadiyah An Najah Jatinom, Kabupaten Klaten mengikuti Outing Class (belajar di luar ruangan) di Batik Ecoprint Kamala Art di Dukuh Srebeg Cilik, Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk pada Kamis (29/2/2024).
Kepala SDIT Muhammadiyah An Najah Jatinom, Ustadz Khamim menyampaikan, outing class ini merupakan program sekolah. Dan kali ini diawali oleh anak-anak Kelas 6.
“Sesuai dengan tema kewirausahaan, maka kita mengambil sampel atau obyek di Bu Kamala (Batik Ecoprint Kamala Art). Dengan harapan, anak-anak bisa terlibat langsung, mengalami langsung, bagaimana sih membuat batik dari hasil dedaunan. Sehingga harapan kedepannya, anak-anak bisa muncul enterpreneur-enterpreneur, wirausaha-wirausaha masa depan di bidang batik, terutama ecoprint,” katanya.
Ustadz Khamim menjelaskan, SDIT Muhammadiyah An Najah Jatinom memilih belajar ecoprint karena ingin memanfaatkan aset lokal yang ada di Klaten.
“Kita ingin agar anak-anak mengenal batik ecoprint. Karena ini yang pertama pembelajaran di alam nyata. Anak-anak kita bekali dengan pengalaman yang berharga,” ujarnya.
Sedang Owner Batik Ecoprint Kamala Art, Erna Kuswandari menyatakan, dalam outing class ini diajari bagaimana membuat batik ecoprint. Pelatihan ecoprint ini dengan metode steaming (kukus) dan pounding (pukul).
“Yang (metode) pukul-pukul bahannya sudah kita siapkan dengan formula tertentu. Kita siapkan aneka daun, kita proses tempel dengan pemukulan media palu,” terangnya.

Erna Kuswandari berharap, dengan pelatihan membatik ecoprint ini bisa menumbuhkan kreatifitas siswa, serta melatih ketelatenan dan kesabaran anak-anak.
“Dan tentunya, sesuai dengan progran sekolah yaitu mengajar kewirausahaan,” tandasnya.
Sementara itu siswa Kelas SDIT Muhammadiyah An Najah Jatinom, Aisyah Laila Ramadhani mengaku senang dengan pelatihan membatik ecoprint ini.
“Ya, seneng. Seru banget. Karena saya belum pernah mengikuti pelatihan membatik seperti ini. Tadi saya dikasih tas sama plastik. Terus plastiknya dibagi dua. Lalu dikasih daun. Habis itu daunnya ditaruh di atas tas. Kemudian dilapisi sama plastik. Setelah itu dipukul-pukul biar jadi motif daun,” ucapnya senang.









