Masa Prapaskah Menjadi Rahmat Bagi Umat, Saatnya Membangun Semangat Tobat

Rama Gregorius Kriswanto, Pr membubuhkan abu pada dahi umat saat Misa Rabu Abu di Gereja Santa Maria Assumpta Klaten, Rabu (22/2/2023) pagi.

WartaKita.org – Ribuan umat Paroki Santa Maria Assumpta Klaten mengikuti Misa Rabu Abu di gereja paroki setempat, Rabu (22/2/2023).

Rabu Abu mengawali masa prapaskah atau masa pertobatan selama 40 hari sebelum Paskah melalui pantang dan puasa.

Bacaan Lainnya

Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Klaten, Rama Gregorius Kriswanto, Pr dalam khotbah mengatakan, masa prapaskah menjadi rahmat bagi umat, yaitu masa puasa dan pantang.

“Inti dari masa prapaskah adalah membangun semangat tobat, sehingga semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan memancarkan semangat cinta kasih dalam kehidupan,” kata rama.

Rama Kriswanto mengajak umat untuk berbuat tiga hal selama masa prapaskah, yaitu sedekah, berdoa dan berpuasa.

“Sedekah menyangkut aspek sosial sebagai manusia. Sedang berdoa merupakan hubungan manusia dengan Tuhan. Sementara berpuasa adalah olah diri agar hidup kita semakin mampu mendekatkan diri kepada Tuhan,” pesan rama.

Saat Misa Rabu Abu, umat menerima abu yang dibubuhkan pada dahinya sebagai tanda pertobatan dan memasuki masa prapaskah. Abu tersebut berasal dari pembakaran daun palma kering yang telah diberkati saat Misa Minggu Palma tahun sebelumnya.

Pos terkait