Manfaatkan Potensi Untuk Kesejahteraan, Mahasiswa Posko XI KKN Kebangsaan Adakan Pelatihan Kopi Pinang Dan Digital Marketing Bagi Warga Desa Pandan Sejahtera

Mahasiswa Posko XI KKN Kebangsaan 2021 saat memberikan penjelasan mengenai pembuatan kopi pinang bagi Ibu-ibu PKK Desa Pandan Sejahtera.

WartaKita.org – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan dan KKN Bersama merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diikuti oleh berbagai universitas di Indonesia.

Peserta KKN Kebangsaan dan KKN Bersama pada tahun 2021 ini berasal dari 83 perguruan tinggi.

Bacaan Lainnya

Pada tahun 2021 ini, KKN Kebangsaan dan KKN Bersama diselenggarakan di Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Sedang Universitas Jambi bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaranya.

Salah satu lokasi penempatan KKN Kebangsaan 2021 ini adalah Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Desa Pandan Sejahtera ini menyimpan potensi kekayaan sumber daya alam berupa tanaman pinang.

Melihat adanya potensi dari pinang ini, maka mahasiswa Posko XI KKN Kebangsaan 2021 berinovasi agar masyarakat dapat memanfaatkan tanaman pinang secara maksimal.

Posko XI ini beranggotakan Alfonsus Fatlolon (Universitas Pattimura), Dipa Suharto (Universitas Pendidikan Indonesia), Muhammad Miftahul Farhan (Universitas Syiah Kuala), Amsal Alhayat (Universitas Tanjungpura), Muhammad Thoriq (Universitas Negeri Makassar), Dian Syahputra (Universitas Samudra), Fella Ridalva (Institut Seni Indonesia Padang Panjang), Angeline Louisabethania (Universitas Gadjah Mada), Intan Fitriani Azzahra (Universitas Khairun), Sukma (Universitas Sumatera Utara), Afdol Hidayat (Universitas Jambi), Nency Putri Anisah Br Purba (Universitas Jambi), dan Ruth Hervina Siahaan (Universitas Jambi).

Ke 13 mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di seluruh Indonesia ini memiliki gagasan untuk mengadakan pelatihan pembuatan kopi pinang dan digital marketing bagi masyarakat Pandan Sejahtera, khususnya bagi ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Anggota Posko XI, Angeline Louisabethania menyampaikan, dalam pelatihan yang dihadiri 25 ibu-ibu PKK ini, mahasiswa memberikan kesempatan agar peserta dapat terlibat aktif dalam acara tersebut. Peserta dapat secara langsung mencium aroma kopi yang dibuat.

“Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan bertanya ketika merasa ada yang kurang jelas dalam pemaparan materi,” katanya.

Mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini menjelaskan, proses pembuatan kopi pinang diawali dengan menyiapkan buah pinang muda dan diambil bagian dalam atau bijinya. Kemudian biji pinang dikeringkan selama satu hari di panas matahari atau oven selama 8 jam pada suhu 100 derajat Celsius. Selanjutnya, biji pinang dimasak (sangrai) hingga cokelat pekat atau hitam kurang lebih selama 1 jam lalu.

Lalu, biji pinang itu ditumbuk atau dihancurkan hingga halus menjadi bubuk. Setelah dihancurkan, bubuk pinang ditapis atau disaring hingga terpisah antara bagian kasar dan halusnya. Bubuk pinang yang telah disaring merupakan bahan utama untuk membuat kopi pinang.

Mahasiswa Posko XI KKN Kebangsaan 2021 menggelar pelatihan membuat kopi pinang bagi Ibu-ibu PKK Desa Pandan Sejahtera.

Angeline Louisabethania mengemukakan, ada beberapa tahapan dalam membuat kopi pinang. Pertama, siapkan bahan-bahan yang berupa biji pinang muda dan kopi hitam bubuk, gula, madu, dan jahe. Kedua, siapkan alat-alat untuk memasak yaitu spatula, blender, wajan, dan saringan. Ketiga, masukkan 1 sendok teh (sdt) bubuk pinang dan 1 sdt bubuk kopi kedalam 200 ml air panas. Kelima, tambahkan gula/jahe/madu (sesuai selera). Dan keenam, kopi pinang siap untuk disajikan.

Angeline menambahkan, tidak hanya pelatihan pembuatan produk kopi pinang saja yang disampaikan pada acara itu. Mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai pengemasan produk dan cara pemasarannya di media sosial atau digital marketing.

“Melalui pelatihan pengemasan dan digital marketing ini diharapkan ibu-ibu PKK Desan Pandan Sejahtera dapat mengemas produk kopi pinang dengan menarik, serta bisa memasarkannya sehingga dikenal luas oleh banyak orang,” harapnya.

Menurutnya, kedua pelatihan tersebut merupakan terobosan baru dari para mahasiswa Posko XI. Mereka berharap, ibu-ibu PKK di Desa Pandan Sejahtera dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada untuk kesejahteraan ekonomi dan kehidupan yang layak.

Pos terkait