WartaKita.org – Warga Dukuh Ngendegan, Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Bagas Pratondo Aji bersama para relawan lainnya membuat alat pelindung diri (APD) alternatif berupa pelindung wajah (face shield) yang terbuat dari fiber.
Menariknya, APD tersebut kemudian dibagikan secara gratis ke tenaga medis di rumah sakit dan Puskesmas untuk menangani pasien virus corona (covid-19) di Kabupaten Klaten dan daerah lainnya di Indonesia.
Bagas Pratondo Aji saat ditemui pada Jumat (27/3/2020) menjelaskan, ide awal pembuatan alat pelindung diri alternatif ini berawal dari keprihatinan atas minimnya APD yang digunakan tenaga medis dalam menangani pasien virus corona di berbagai rumah sakit dan Puskesmas.
“Atas dukungan dari teman-teman dan keluarga, akhirnya saya membuat APD alternatif dari fiber dan saya bagikan secara gartis berikut ongkos kirimnya,” katanya.
Karena itu, setiap harinya, Bagas Pratondo Aji dengan dibantu keluarga dan para relawan membuat APD alternatif yang berupa pelindung wajah dari bahan mika fiber serta kaca mika fiber bening.
“Hingga saat ini sudah ada sekitar 300 APD alternatif pelindung wajah yang sudah dibagikan ke 34 Puskesmas di Klaten dan 30 rumah sakit baik di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, Jawa Timur hingga Bali,” ujarnya.
Pengusaha muda di bidang konveksi dan pembuatan selebor sepeda angin ini mengatakan, kini, permintaan APD terus berdatangan dari sejumlah rumah sakit.
“Tetapi saya minta, rumah sakit harus rela antri. Karena setiap harinya kami hanya bisa memproduksi sekitar 70 APD. Ini mengingat aturan dari Pemerintah, bahwa kita tidak boleh berkumpul dalam jumlah banyak,” paparnya.
Apa yang dibuat Bagas Pratondo Aji bersama para relawan ini mendapat tanggapan positif dari sejumlah kalangan. Salah satunya dari perawat Balai Layanan Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Klaten, Sri Sumarsih.
“Saya senang telah mendapatkan 5 APD alternatif dari Mas Bagas. APD ini sangat membantu kami. Karena setiap harinya pasien yang berdatangan ke Balkesmas Klaten cukup banyak. APD ini sangat dibutuhkan, mengingat ketersediaan APD di Bakelmas sangat minim,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Desa (Kades) Pandes Heru Purnomo juga mengapresiasi karya dan kreatifitas dari Bagas Pratondo Aji dan teman-temannya ini.
“Ini adalah langkah luar biasa. Karya yang kreatif dan bermanfaat, terutama bagi para tim medis yang sedang berjuang menangani pasien yang terjangkit virus corona. Kegiatan ini luar biasa. Ini adalah salah satu bukti, bahwa kita sangat serius dalam melawan virus corona,” tandasnya.










Jooz mas Bagas lanjuu…ttt