Wartakita.org – Tradisi Bersih Sendang dan Bendung Sungai di Desa Glagah, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten digelar pada Selasa (2/10218). Tradisi rutin yang digelar pada setiap bulan Sura ini diikuti oleh ratusan warga setempat.
Dalam tradisi ini, warga yang membawa perlengkapan berupa nasi, lauk pauk, ingkung ayam, serta pisang raja dan uba rampe lainnya itu datang memasuki areal Sendang Glagah. Warga memasuki cungkup yang dibangun sejak puluhan tahun lalu itu untuk menggelar tradisi kenduri.
Tradisi Bersih Sendang ini dihadiri ratusan warga, perangkat desa, dan tokoh agama dari desa setempat. Setelah berkumpul, warga kemudian menggelar doa bersama dan sholawatan di sekitar sendang. Dengan Tradisi Bersih Sendang ini diharapkan sumber air Glagah kembali muncul setelah surut akibat adanya penambangan di sekitar sunga.
Kepala Desa Glagah Sumedi Waluyo mengatakan, acara Tradisi Bersih Sendang ini melibatkan berbagai komponen masyarakat di Desa Glagah. Warga ikut bergotong royong dalam tradisi bersih sendang dan bendung sungai ini.
“Mereka membaur menjadi satu dalam kemajemukan. Pada intinya, tujuan dari tradisi bersih sendang dan bendung sungai ini untuk melestarikan tradisi yang sudah berlangsung sejak lama,” katanya.
Kades Sumedi menyatakan, pada tahun depan, tradisi bersih sendang akan dikemas lebih meriah sehingga dapat menarik wisatawan. Pemerintah Desa juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan sungai dan sendang dari sampah.
“Selain itu, warga juga dilarang melakukan penambangan di sekitar sendang agar sumber air Sendang Glagah tetap lestari,” ujarnya.
Sumedi menambahkan, keberadaan bendungan ini memberikan manfaat yang besar bagi ketersediaan irigasi pertanian bagi petani dan keperluan air bagi warga.
“Sebagai wujud syukur atas lestarinya sumber air ini, maka warga mengadakan tradisi bersih sendang dan bendung sungai. Warga berharap, sumber air akan muncul kembali setelah mengalami surut akibat penambangan pasir liar di sekitar sendang,” ucapnya.







