WartaKita.org – SD Kanisius Mlese yang berada di Dukuh Sragon, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten menggelar acara “Kebhinekaan Dalam Ekspresi Seni Dan Budaya” di halaman sekolah setempat, Minggu (3/7/2022) pagi.
Acara diisi dengan pajangan berbagai produk hasil dari kegiatan belajar mengajar (KBM) kontekstual dengan bahan baku dari sampah, edukasi dari sebagian murid tentang cara pilah-pilih sampah dan kesaksian saat mereka ke tempat ibadat yang berbeda dengan agamanya, serta tampilan berbagai kelompok musik yang berasal dari lintas agama dan budaya. Hal ini sebagai produk dari tema Bhineka Tunggal Ika.
Ketua Panitia Kusumawati Elisabet menyampaikan, kegiatan Kebhinekaan dalam Ekpresi Seni dan Budaya ini merupakan puncak dari kegitan KBM kontekstual Tahun Ajaran 2021/2022 yang diselenggarakan SD Kanisius Mlese.
“Kegiatan Kebhinekaan dalam Ekpresi Seni dan Budaya ini sebagai bentuk Merdeka Belajar sesuai dengan konteks sekolah, serta terjadinya relasi dengan semua orang yang berkehendak baik dan terwujudnya rasa toleransi. Selain itu, juga sebagai bentuk promosi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru),” katanya.

Kusumawati Elisabet menjelaskan, kegiatan Kebhinekaan dalam Ekpresi Seni dan Budaya ini bertujuan untuk satu, terwujudnya Merdeka Belajar yang sesuai dengan Konteks Sekolah serta Lingkungan. Dua, terjadinya relasi dengan semua orang yang berkehendak baik. Tiga, terwujudnya karakter diri pada murid dalam menyikapi tradisi dan budaya, lingkungan, serta Bhineka Tunggal Ika. Dan empat, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan di SD Kanisius Mlese.
“Kegiatan ini dihadiri sekitar 250 orang yang terdiri dari murid dan orangtua, guru dan karyawan SD Kanisius Mlese, serta tamu undangan. Dalam kesempatan itu, panitia juga mengundang Pemerintah Desa Mlese, Korwil Pendidikan Kecamatan Ceper, Dewan Paroki Santa Theresia Jombor, Yayasan Kanisius Cabang Surakarta, perwakilan Sekolah Kanisius se Regio Klaten, Ketua RT dan Ketua RW Dukuh Sragon serta Mlese,” jelasnya.
Acara Kebhinekaan dalam Ekpresi Seni dan Budaya ini dimeriahkan dengan penampilan dari para murid, guru, dan orangtua murid SD Kanisius Mlese. Juga ada penampilan dari Kelompok Jemblungan dari Gereja Santa Theresia Jombor, Kelompok Hadroh dari Masjid Roudhotus Sholihin Dukuh Sragon, Kelompok Klothekan dari Dukuh Pasungan, dan Kelompok Lesungan dari Dukuh Mlese.

Kepala SD Kanisius Mlese Lukas Triyanta dalam sambutan mengatakan, pada tahun ajaran 2021/2022, SD Kanisius Mlese memberikan tambahan pembelajaran berupa kegiatan belajar mengajar kontekstual. Belajar secara langsung terkait tradisi dan budaya, lingkungan (pilah pilih sampah), dan kebhinekaan (nilai-nilai Pancasila).
“Dengan KBM kontekstual ini diharapkan terjadinya perubahan sikap hidup dari para murid serta masyarakat sekitar. Juga semoga semakin banyak warga yang mempercayakan putra dan putrinya untuk bersekolah di TK dan SD Kanisius Mlese,” harapnya.

Lukas Triyanta mengajak para hadirin untuk belajar dari berbagai sudut pandang agar tidak terkungkung dalam satu sudut pandang semata.
“Mari menghadirkan Pancasila lewat implementasi dari nilai-nilai Pancasila dalam hidup keseharian dan dalam segala hal yang positif (ruang dan kesempatan). SD Kanisius Mlese pun sudah memulainya dengan tagline: Kanisius: Njenggirat Nguripi Urip lan Ngurupke Urup. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberkati segala niat baik kita. Dan dalam segala hal, kita menemukan kehendak Tuhan,” ujarnya.
Sedang Kepala Desa Mlese Hari Wibawa mengemukakan, Pancasila telah menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Karena itu, saya mengapresiasi SD Kanisius Mlese yang telah berupaya memberikan pembelajaran secara konkrit dalam mengembangkan nilai-nilai Pancasila dalam kebhinekaan. Hal ini terbukti dengan hadirnya berbagai kelompok musik dari lintas agama dan budaya pada kegiatan ini,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Korwil Pendidkan Kecamatan Ceper Slamet Riyadi menyambut baik atas prakarsa SD Kanisius Mlese yang telah berupaya memberikan pendidikan akan nilai-nilai Pancasila yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Juga upaya dalam mewujudkan Merdeka Belajar.
“Semoga semakin banyak anak-anak yang bersekolah di SD Kanisius Mlese. Karena sekolah ini untuk umum. Maka, kembangkan terus kegiatan belajar mengajar kontekstual ini yang sangat sesuai dengan Kurikulum Merdeka serta semangat Merdeka Belajar,” pesannya.









