Juarai Lomba, Trivena Habiskan Kepala Kambing Utuh Hanya Dalam 11 Menit 3 Detik

Owner Warung Tengkleng Ndas Sor Duren Klaten, Ahmad Juhairi berfoto bersama para juara lomba makan ndas kambing utuh dan para karyawannya, Minggu (1/1/2023).

WartaKita.org – Warung Tengkleng Ndas Sor Duren yang berada di Jalan Pedan – Karangdowo Km 1 (perempatan PT Kusuma Nanda) Desa Jatimulyo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten menggelar lomba cipta rekor tercepat makan ndas (kepala) kambing utuh.

Lomba makan ndas kambing utuh dengan berat 1,3 kg ini dimulai pada 11 Agustus 2022 lalu. Sedang  final lomba dilakukan pada Minggu (1/1/2023).

Bacaan Lainnya

Owner Warung Tengkleng Ndas Sor Duren Klaten, Ahmad Juhairi (52) menyampaikan, lomba ini bertujuan untuk membukukan rekor tercepat makan ndas kambing utuh. Karena selama ini, sepertinya belum ada catatan waktu yang terukur mengenai lomba tersebut.

“Pendaftaran untuk lomba makan ndas kambing utuh ini gratis. Makannya juga gratis. Lomba ini hanya untuk yang berani. Ini untuk hiburan bagi pengunjung,” katanya.

Ahmad Juhairi menjelaskan, lomba makan ndas kambing utuh ini dimulai dari bulan Agustus 2022. Rencananya, lomba ini akan diadakan tiga sesi. Tetapi ternyata, hanya dua sesi yang terlaksana, karena waktunya mepet.

Nggak ada peserta yang berani. Tamu-tamu yang datang (di sini) kita tawari, tetapi nggak berani. Jawabnya selalu kapan-kapan saja. Maka kita putuskan, 1 Januari 2023 ini kita buat final cipta rekor makan ndas kambing utuh,” ujarnya.

Ahmad mengatakan, kriteria penilaian lomba ini yaitu peserta harus selesai atau habis makan satu ndas kambing utuh. Semua unsur yang bisa dimakan harus termakan. Seperti kulit kepala, daging dan kulit pada bagian kepala, rahang, sisi leher, kuping, mata, lidah, langit-langit lidah, dan otak. Sedang semua unsur atau tulang yang masih tersisa atau tidak termakan seperti tulang tengkorak, rahang dan gigi atas, rahang dan gigi bawah dan tulang penyangga rahang, serta tulang pada hidung.

“Kita ambil waktu yang tercepat. Peserta yang nggak biasa (makan ndas kambing utuh), pasti nggak berani. Ada juga peserta yang berhenti di tengah jalan, nggak melanjutkan (makan). Di sini uniknya,” tandasnya.

Suasana final lomba makan ndas kambing utuh yang digelar di Warung Tengkleng Ndas Sor Duren, Minggu (1/1/2023).

Ia mengemukakan, jumlah peserta di setiap sesi atau dalam satu bulannya sekitar 5 orang. Total ada 13 orang yang mengikuti lomba ini. Peserta berasal dari Surabaya, Pati, dan sekitar Klaten.

“Karena sifatnya hiburan, maka panitia tidak menyediakan hadiah yang besar-besar. Hadiahnya berupa uang tunai, piagam penghargaan, dan sertifikat waktu menurut versi kita. Karena berbarengan dengan festival durian, maka hadiahnya kita tambahi durian,” paparnya.

Di babak final mempertandingkan dua peserta, yaitu Sohib Ibrahim dari Pedan dan Trivena Melawati dari Cawas. Setelah melalui pertandingan yang seru dan menegangkan, maka juara 1 diraih Trivena Melawati. Ia berhasil menghabiskan ndas kambing utuh hanya dalam waktu 11 menit 3 detik. Sedang juara 2 diraih Sohib Ibrahim dengan catatan waktu 13 menit 36 detik.

Atas prestasinya itu, Trivena Melawati mendapatkan hadiah uang tunai Rp750 ribu, piagam penghargaan, dan sertifikat rekor atau catatan waktu, ditambah durian. Sedang Sohib Ibrahim memperoleh hadiah uang tunai Rp500 ribu, piagam penghargaan, dan durian.

Juara 1 lomba makan ndas kambing utuh, Trivena Melawati mengaku tidak ada persiapan khusus sebelum bertanding di babak final.

“Persiapannya ya semangat, antusias, dan yakin memang. Saya sarapan sedikit, dikurangi dari biasanya. Sedang untuk strateginya, ya makan bagian luar dulu. Setelah bagian luar, baru makan dagingnya, lalu kepala dibelah. Untuk mata sama otaknya dimakan belakangan,” terangnya.

Warga Desa Mlese, Kecamatan Cawas ini merasa senang karena bisa memenangkan lomba dan mendapatkan hadiah.

Alhamdulilah, ya seneng. Tadi dipesan sama suami, pokoknya harus menang. Untuk hadiah uangnya akan digunakan untuk beli peralatan sekolah anak,” ucapnya.

Pos terkait