WartaKita.org – Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun ini berdampak luar biasa dalam kehidupan masyarakat di semua tataran. Karena itu, penanganannya tidak hanya pada pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 saja. Namun yang juga penting adalah memberikan perhatian kepada warga.
Berangkat dari “keprihatinan” itulah, maka Pemerintah Desa (Pemdes) Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten memberikan bantuan 400 paket sembako kepada warga terdampak perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Level IV ini.
Kepala Desa (Kades) Nglinggi Sugeng Mulyadi saat penyaluran paket sembako secara simbolis di halaman Kantor Desa setempat, Senin (2/8/2021), menyampaikan, Pemdes Nglinggi mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang telah memberikan bantuan sosial (bansos) kepada warga desanya. Namun, tidak semua warga Desa Nglinggi mendapatkan bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan lainnya.
“Untuk itulah, Pemerintah Desa Nglinggi beserta BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan Ketua RW se Desa Nglinggi telah bermusyawarah untuk me-refocusing anggaran guna memberikan perhatian dan sekaligus menjaga ketahanan pangan dan gizi keluarga kepada warga Desa Nglinggi di masa perpanjangan PPKM Darurat Level IV ini,” katanya.
Kades Sugeng Mulyadi menjelaskan, bantuan ini bersumber dari Dana Desa (DD) dan diberikan kepada warga Desa Nglinggi yang belum menerima bansos dari Kemensos RI maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari DD.
“Namun tidak semua warga (Desa Nglinggi) diberi (bantuan). Seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, Perangkat Desa, dan orang-orang yang ekonominya mapan,” ujarnya.
Sugeng Mulyadi menyatakan, berbagai upaya telah dilakukan Pemdes Nglinggi dalam menangani pandemi Covid-19. Pihaknya pun bersyukur dengan upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini sehingga penanganan Covid-19 di Desa Nglinggi terkendali dengan baik.
“Sampai saat ini, hanya ada enam warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kalau secara keseluruhan (akumulasi), selama hampir dua tahun ini, jumlah warga Nglinggi yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 51 orang, dan sebanyak 42 orang sudah dinyatakan sembuh. Sedang yang meninggal ada tiga orang. Sementara itu ada enam orang yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman), yang pada tanggal 6 Agustus ini sudah selesai (menjalani isolasi mandiri),” paparnya.
Kepala Desa Nglinggi mengemukakan, paket sembako ini tidak hanya diberikan kepada warga Desa Nglinggi (yang berstatus administrasi) saja. Namun juga kepada bukan warga Nglinggi, tetapi berdomisili atau beraktifitas di Nglinggi.
“Jumlah yang diberikan ada 400 paket sembako. Paket sembako ini berisi beras 5 kg, minyak goreng, telur 16 butir, dan mie instan,” terangnya.

Sedang Ketua BPD Nglinggi FX Sujoto mengatakan, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BPD dalam forum musyawarah dengan Kepala Desa adalah mengawasi, mengevaluasi, dan sekaligus memberi pertimbangan atas kebijakan yang akan diambil Pemdes.
“Atas dasar pertimbangan teknis dan kekuatan potensi dana yang dimiliki desa, maka BPD menyetujui kebijakan itu. Kita mengapresiasi. Karena kita selalu berkomitmen tentang keberpihakan, tentang berbagi dan peduli kepada para pihak yang semestinya dipihaki,” tandasnya.
Pemberian bantuan paket sembako ini disambut baik oleh warga Desa Nglinggi.
“Alhamdulillah, kami diberi rejeki (paket sembako). Kami bersyukur. Semoga bantuan paket sembako ini bisa membantu meringankan beban warga akibat pandemi Covid-19. Terutama setelah diberlakukannya PPKM Darurat Level IV ini,” ucap Ny Tentrem, warga RT 01 RW 01 Dukuh Pokoh, Desa Nglinggi ini.
Untuk menghindari kerumunan, penyerahan bantuan paket sembako ini dilakukan oleh masing-masing Ketua RW dan diberikan kepada warganya secara langsung.










Semangat berkarya mas Lurah..temen kecilku yg hebat..
Kerja sama, kebersamaan, kekompakan antara Aparatur desa dg warga akan menghasilkan buah yg hebat.