WartaKita.org – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klaten menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif bersama Komunitas Grab Bike Klaten (GBK) di Aula Merapi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten pada Jumat (26/1/2024) pagi.
Kegiatan yang mengusung tema “Sosialisasi masyarakat pinggiran atau marginal di Bawaslu Kabupaten Klaten dalam Pemilu 2024” ini dihadiri sekitar 60 orang pengojek online.
Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kabupaten Klaten, Muhammad Milkhan menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi pengawasan partisipatif di Bawaslu Kabupaten Klaten.
“Kita mengajak teman-teman komunitas GBK. Ini bagian dari ikhtiar kita dalam menjaga demokrasi ini agar lebih baik lagi, lebih berintegritas. Jadi kita berharap, nantinya teman-teman GBK ini terus menjadi pengawas partisipatif di Pemilu 2024,” katanya.
Muhammad Milkhan menyampaikan, Bawaslu Kabupaten Klaten memilih Komunitas Grab Bike Klaten untuk menerima sosialisasi pengawasan partisipatif ini karena mereka langsung bersinggungan dengan masyarakat.
“Karena kita ketahui bersama, bahwa GBK ini setiap hari langsung bersinggungan dengan masyarakat. Sehingga apa yang kita sampaikan, apa yang kita diskusikan hari ini yang berkaitan dengan regulasi kepengawasan, berkaitan dengan strategi-strategi kepengawasan ini bisa juga ditularkan kepada masyarakat, para pengguna jasa ojek online (ojol) ini,” terangnya.
Milkhan mengatakan, materi yang disampaikan pada sosialisasi pengawasan partisipatif ini meliputi satu, pengenalan struktur organisasi Bawaslu. Dua, berkaitan dengan potensi-potensi pelanggaran pemilu yang terjadi di masyarakat. Dan tiga, berkaitan dengan pencegahan yang bisa dilakukan
“Kita berharap, teman-teman ojol menjadi rekan kami nantinya. Kalau ada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di sekitar mereka bisa dilaporkan ke Bawaslu,” harapnya.
Milkhan mengaku, sampai sekarang, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu memang belum tinggi. Ini karena pengetahuan masyarakat seputar dunia pengawasan memang masih rendah.
“Makanya, tujuan kegiatan kali ini merupakan salah satu untuk peningkatan kepercayaan masyarakat kepada Bawaslu agar mereka lebih giat lagi, lebih paham lagi, berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)-nya Bawaslu. Karena ada banyak hal yang mungkin belum didiskusikan secara maksimal, soal informasi seputar Bawaslu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selain Komunitas Ojol, Bawaslu Klaten juga berencana akan melibatkan komunitas pedagang sore, pedagang hik, dan juga ada Ormas Young Blood Klaten.
“Kemungkinan akan kita ajak juga. Karena akan lebih efektif ketika komponen atau kelompok masyarakat ini sering bertemu dengan komponen masyarakat- lainnya, khususnya ojol, pedagang hik, dan sebagainya,” paparnya.
Sementara itu Penasehat Komunitas Grab Bike Klaten, Nur Rahmat mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu Klaten yang telah memberikan sosialisasi pengawasan partisipatif untuk komunitasnya.
“Mewakili teman-teman yang lain, saya mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu Klaten yang telah mengadakan kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif. Ini baru pertama kali kita diundang oleh Bawaslu Klaten,” ucapnya.









