Jadi Aset Bangsa, Pemuda Diajak Menjaga Pancasila

Kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Balai Desa Nglinggi, Kamis (13/12/2018).

WartaKita.org – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Balai Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Kamis (13/12/2018).

Kegiatan yang diprakarsai Disporapar Provinsi Jawa Tengah berkerjasama dengan Komisi E DPRD Jawa Tengah ini dihadiri sekitar 200 orang yang terdiri dari kepala desa dan pemuda dari desa se Kecamatan Klaten Selatan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini menghadirkan 3 nara sumber, yakni I Made Budiyarta dari Keluarga Marhaen Yogyakarta, Anggota Komisi E DPRD Jateng Kadarwati dan Camat Klaten Selatan Joko Hendrawan.

Kabid Kepemudaan Disporapar Provinsi Jawa Tengah Ali Huda dalam sambutan menyampaikan, pemuda merupakan aset bangsa. Pemuda adalah garda terdepan dalam pembangunan. Untuk itu, pemuda harus dibekali dengan pemahaman wawasan kebangsaan dan bela negara untuk menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saat ini, jumlah pemuda di Jawa Tengah ada sekitar 8 juta dari total 34 juta penduduk di provinsi ini. Jadi, boleh dibilang sangat mendominasi. Mereka itu aset bangsa. Maka, pemuda harus terus didampingi. Pemuda perlu diberi pemahaman yang benar tentang wawasan kebangsaan dan bela negara. Karena mereka-lah generasi penerus bangsa ini,” katanya.

Sedang Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Kadarwati menyatakan, belakangan ini, kondisi bangsa Indonesia diwarnai dengan maraknya berita bohong, fitnah, dan ujaran kebencian. Hal ini sangat meresahkan dan dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Maraknya berita bohong yang menginginkan adanya pertikaian di negara kita ini tentu saja sangat meresahkan. Maka, berita bohong, fitnah, dan ujaran kebencian ini harus kita halau dengan pemikiran dan pemahaman tentang wawasan kebangsaan dan semangat bela negara di kalangan pemuda,” ujarnya.

Kadarwati mengatakan, Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa telah terbukti ampuh dalam menyatukan berbagai kemajemukan yang ada di Indonesia. Karenanya dia berharap kepada para pemuda untuk memiliki mental dan semangat maju serta berpikir kreatif demi menjaga keutuhan dan kejayaan Bangsa Indonesia.

“Pemuda harus maju, berpikir positif, kreatif dan mandiri dalam menjaga Pancasila dan NKRI. Jangan menjadi pemuda yang loyo, apalagi bermental tempe,” tandas Anggota DPRD Jateng dari Daerah Pemilihan V ini.

Usai pemaparan materi dari para narasumber dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab. Sesi diskusi berlangsung hidup dan gayeng. Peserta antusias menanyakan banyak hal kepada para narasumber.

Pos terkait