Inovasi Credit Union: Pelayanan Integratif Dan Berbasis Keluarga

Acara curah pengalaman dan gagasan yang diinisiasi Credit Union Lestari Wonosobo di Kampus Magister Manajemen (MM) Universitas Sanata Dharma (USD) pada Selasa (30/1/2024).

CREDIT UNION (CU) Lestari Wonosobo menginisiasi acara curah pengalaman dan gagasan tentang peningkatan kinerja bisnis credit union serta upaya credit union untuk kembali pada misi sejatinya di Kampus Magister Manajemen (MM) Universitas Sanata Dharma (USD) pada Selasa (30/1/2024).

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 50 orang yang berasal dari para aktivis dari CU Lestari Wonosobo, dosen dan mahasiswa MM USD, serta perwakilan dari tujuh CU.

Bacaan Lainnya

Mereka berasal dari CU Satu Hati (Klepu, Sleman), CU Mitra Parahita (Wonosari), CU Sawiran (Jawa Timur), CU Tyas Manunggal (Ganjuran, Bantul), CU Angudi Laras (Purworejo), KSP Pelita Usaha (Temanggung), dan CU Kridha Rahardja yang beroperasi di Yogyakarta, Klaten, Kabupaten Semarang dan Salatiga.

Pada pertemuan ini, CU Lestari yang berdiri pada tahun 1996 dan kini beranggotakan 7.457 anggota dengan asset Rp129, 2 milyar itu membagikan upaya mereka untuk memberikan “layanan integratif”.

Artinya, CU tidak hanya memberikan layanan keuangan, melainkan juga melaksanakan peran intermediasi sosial, memberikan layanan sosial, dan mengembangkan usaha anggota. Tiga peran di luar layanan keuangan ini dapat dirangkum dalam konsep besar pemberdayaan.

Pelayanan Integratif

Dengan tagline, no one left behind (tak seorang anggota pun yang ditinggalkan), CU Lestari sejak tahun 2022 berupaya memberikan layanan yang integratif. Pilihan ini dibuat atas kesadaran bahwa sebelumnya, layaknya CU-CU yang lain, CU Lestari lebih menaruh perhatian pada aspek keuangan seperti pertumbuhan aset, peningkatan pinjaman beredar serta sisa hasil usaha, dan penurunan kredit lalai.

Disrupsi akibat revolusi 4.0 dan pandemi Covid 19 menyadarkan para aktivis CU Lestari akan pentingnya penguatan spirit awal berdirinya CU Lestari. Spirit yang tidak lain merupakan alasan keberadaan (misi) CU Lestari ini ditegaskan dengan rumusan berikut: “CU Lestari merupakan lembaga keuangan yang hadir untuk ikut serta menyelesaikan masalah sosial yang dihadapi masyarakat, terutama petani, pedagang kecil, perempuan, kaum muda dan anak-anak serta mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup.”

Untuk melaksanakan misi tersebut, dipilihlah pendekatan 4 pelayanan CU yang integratif, yaitu sebagai intermediasi sosial, intermediasi keuangan, penyedia jasa pengembangan usaha anggota dan jasa-jasa sosial.

Bertolak Dari Keluarga

Layanan integratif adalah strategi pelayanan anggota dan pengembangan lembaga yang dipilih CU Lestari saat ini. Namun, yang menjadi fokus curah pengalaman dan gagasan kali ini adalah upaya CU Lestari dalam memberikan pendampingan pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha pada tingkat keluarga. Dirumuskanlah anggota CU Lestari sukses sebagai “kualitas hidup keluarga anggota semakin baik atau meningkat.”

Dalam pertemuan ini disampaikan bahwa untuk mendukung anggota agar sukses, maka CU Lestari melakukan empat langkah:

1) mendukung setiap keluarga dalam menyusun perencanaan keuangan keluarga;

2) mengoptimalkan manajemen sumberdaya keluarga (pengelolaan dan pengaturan keuangan serta pengelolaan aset keluarga anggota);

3) mendukung setiap keluarga dalam memastikan dan upaya meningkatkan pendapatan; dan

4) penguatan budaya lestari, yaitu sikap hidup yang ugahari, pembelajar, solider, dan inspiratif.”

Dengan kata lain, Pendidikan Dasar dan Pelatihan Kecerdasan Keuangan (Financial Literacy) yang sudah diberikan kepada masing-masing anggota, ditindaklanjuti dengan pendampingan anggota dalam mengelola ekonomi keluarga. Proses pendampingan ini telah didokumentasikan dalam bentuk serial film  berjudul “Mewujudkan Hidup Lebih Baik”. Film ini dibuat dalam rangka program “Setu Sinau CU Lestari Wonosobo”.

Setelah arti keluarga yang sejahtera itu dirumuskan, yaitu “meningkatnya kualitas hidup keluarga”, maka CU Lestari kemudian membuat profil (profiling) anggota CU yang mencakup keadaan seluruh anggota keluarganya.

Lewat kunjungan berkali-kali kepada anggota, Staf CU membuat profil anggota CU yang menggambarkan potensi dan persoalan ekonomi anggota, pendapatan dan pengeluaran, aset dan hutang, serta cara dia mengelola keuangan.

Dalam profil itu digambarkan juga karakter anggota, cita-citanya, hubungan antaranggota keluarga, dan hal-hal lain yang berpengaruh pada upaya mewujudkan kesejahteraan keluarga. Atas dasar profil itu, kemudian dirumuskan juga apa yang dapat dilakukan CU untuk membantu anggota keluar dari persoalan ekonominya dan meraih kesejahteraan.

Saat ini CU Lestari sudah melakukan profiling 928 anggota (12,5 persen dari total anggota). Dari antara mereka, 361 anggota didampingi secara intensif oleh Staf CU Lestari lewat program layanan integratif agar mereka dapat lebih baik dalam mengelola keuangan.

Anggota Peserta Layanan Integratif

Dua anggota yang mengikuti program layanan integratif ini hadir dalam pertemuan di MM USD untuk membagikan pengalaman. Mereka sempat terpuruk keadaan ekonominya, terjerat utang puluhan juta pada berbagai pihak, sehingga total utang mencapai ratusan juta.

Anggota yang pertama adalah petani tembakau yang terpuruk karena harga tembakau jatuh sementara dia sudah berhutang ke banyak pihak. Istrinya sempat stress karena setiap hari didatangi penagih utang. Dalam situasi itu, istrinya pun menyarankannya untuk datang ke CU Lestari.

Saat tiba di kantor CU, dia sempat ragu apakah nanti CU akan membantu. Namun, dia kemudian membulatkan tekad dan menceritakan secara jujur persoalan ekonominya.

Staf CU lestari menawarkan program layanan integratif yang akan membantunya untuk mengurai persoalan keuangannya. Kemudian Staf CU datang berkunjung beberapa kali dan membuat profiling.

Dari situ tampak kesungguhan anggota untuk keluar dari persoalannya dan potensi yang dia miliki. Atas dasar itu CU Lestari memutuskan untuk mengambil alih sebagian hutang anggota tersebut.

CU juga memberikan pinjaman modal kepadanya sehingga dapat beralih usaha menanam wortel. Kemudian anggota ini mulai menata kembali ekonominya. Saat ini dia masih punya hutang di CU maupun di tempat lain. Namun dia dapat menjalani hidup dengan tenang dan penuh harapan karena sudah ada peta jelas untuk mengelola ekonomi keluarga.

Anggota yang kedua mengalami persoalan serupa. Dia mengalami kegagalan dari usaha pertanian organik. Kemudian beralih ke usaha penggergajian kayu. Dia gagal juga, dan meninggalkan hutang puluhan juta.

Didampingi oleh CU Lestari, dia kemudian usaha ternak ayam dan berhasil. Mulai dengan memelihara 9.000 ekor ayam, saat ini dia sudah mampu mengelola hingga 25.000 ekor yang dipanen setiap satu setengah bulan dengan nilai kotor lebih Rp1 miliar. Kini dia juga sudah memiliki kandang ayam permanen yang memenuhi standar kandang yang baik.

Kandang ayam milik salah satu anggota Credit Union Lestari Wonosobo.

Bagi para aktivis CU Lestari, program layanan integratif ini memberikan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri. Lewat program ini CU Lestari tidak membiarkan anggota yang terpuruk dan mengalami kesulitan, atau pun hanya terus menagih, bahkan menyita barang jaminan anggota yang pinjamannya macet.

Sebaliknya, CU Lestari sungguh hadir, menemani, dan memberikan solusi bagi anggota yang bermasalah untuk menata kembali pengelolaan keuangan. Dengan demikian, semboyan “no one left behind” pun dilaksanakan.

Inspirasi Penting

Selain layanan integratif, inspirasi dari sharing CU Lestari adalah pendampingan berbasis keluarga. Model ini menarik dan penting untuk dipelajari lebih lanjut.

Dalam melakukan misi sejatinya, cukup banyak CU langsung melompat dari memberikan layanan individual ke layanan berbasis komunitas. Banyak CU mendorong anggota lebih aktif mengadakan pertemuan komunitas dan membuat usaha bersama. Namun, ada satu proses penting yang terlompati di sini, yaitu pengelolaan ekonomi keluarga.

Selama ini banyak CU mengandaikan masing-masing anggota mampu secara mandiri mengelola ekonomi keluarga karena mereka sudah mengikuti Pendidikan Dasar dan Pelatihan Kecerdasan Finansial.

Di lapangan, yang diandaikan ini tidak selalu terjadi. Padahal, seorang anggota CU tidak akan dapat secara optimal aktif di komunitas atau membentuk usaha bersama, jika pada tingkat keluarga (suami, istri, dan anak) masih ada masalah dan jika komunikasi antarmereka belum lancar dan dalam keluarga belum ada satu visi.

Celah inilah yang ditunjukkan oleh CU Lestari sebagai bagian penting dari layanan CU. Tidak hanya itu, CU Lestari telah memilihnya sebagai strategi utama dalam pendampingan anggota dan pengembangan organisasi.

Berikutnya, sungguh mengagumkan komitmen CU Lestari untuk mendampingi anggota yang bermasalah, yang pinjamannya macet dan dia terjerat oleh hutang-hutang kepada pihak di luar CU. Terhadap anggota yang macam itu, CU Lestari bukan sekadar menagih atau bahkan menyita aset anggota, melainkan mau dan berani masuk ke persoalan mereka, membantu dengan segala risikonya. Namun, risiko ini dihitung dengan baik juga sehingga lembaga tetap aman.

CU Lestari Wonosobo mengalokasikan dana pendidikan untuk menyelenggarakan acara curah pengalaman dan gagasan di MM USD pada Selasa (30/1/2024).

Hal mengagumkan berikutnya adalah keterbukaan dan kemurahan hati CU Lestari untuk berbagi pengalaman. Banyak lembaga atau perusahaan segan berbagi inovasi yang mereka lakukan karena takut nanti ditiru dan dilampaui oleh pesaing. Namun, kekhawatiran semacam ini tidak ada pada CU Lestari.

CU Lestari bahkan mengalokasikan dana pendidikan untuk menyelenggarakan acara di MM USD ini. Berbagi dengan CU lain mereka anggap penting.

Manajer CU Lestari Aji Prastyanto menyampaikan, sebagai sebuah gerakan, mereka ingin berbagi dan sekaligus juga meminta masukan terkait strategi layanan yang telah dipilih dan sedang dijalankan (layanan integrasi) supaya mereka menjadi lebih mantap dan yakin.

“Kami merasa dengan mengajak banyak CU yang se-visi, akan semakin kuat juga kita dalam memberikan pengaruh untuk melakukan perubahan, terlebih dalam menjalankan roh CU yang sebenarnya,” ucapnya.

Terima kasih CU Lestari atas pengalaman dan insight yang sudah dibagikan. Mari kita terus bersama-sama mencari cara inovatif untuk mendukung anggota CU dalam meningkatkan kesejahteraan. Dengan demikian, keberlanjutan CU pun terjamin.

 

Antonius Sumarwan, PhD.

Dosen Magister Manajemen, Universitas Sanata Dharma dan Ketua CU Kridha Rarhardja

 

Pos terkait