WartaKita.org – Kondisi kesehatan seseorang pada umumnya akan semakin menurun saat memasuki usia 50 tahun. Karenanya, agar tetap sehat, mereka perlu menjaga kesehatannya. Salah satu caranya dengan mengendalikan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Pesan ini disampaikan Dokter Rina dari Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten pada penyuluhan kesehatan (penkes) di tempat praktek Dokter Erlin di Jalan Anggrek Klaten pada Sabtu (24/11/2018) pagi.
Penyuluhan kesehatan ini merupakan salah satu proram kemitraan antara RSCH Klaten dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKT) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, yaitu ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedang angka 90 mmHG mengacu pada bacaan diastolik, yakni ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah. Karena itu, agar kita tetap sehat, kita harus mengendalikan hipertensi agar tetap normal,” katanya.
dr Rina menjelaskan, penderita hipertensi biasanya tidak menunjukkan ciri apapun atau hanya mengalami gejala ringan. Namun secara umum, gejala hipertensi adalah sakit kepala parah, pusing, penglihatan buram, mual, telinga berdenging, detak jantung tak teratur, nyeri dada, sulit bernapas, sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga, dan sebagainya.
“Hipertensi dapat mengakibatkan komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, diabetes, dan banyak penyakit berbahaya lainnya. Stroke dan penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian akibat hipertensi tertinggi di Indonesia,” terangnya.
dr Rina menyampaikan, bagi penderita hipertensi, mereka harus rajin memeriksakan kesehatannya, rutin meminum obat yang diberikan dokter, dan mengatur gaya hidup positifnya.
“Beberapa gaya hidup positif yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi hipertensi adalah dengan diet seimbang dan rendah garam, olahraga teratur, tidak merokok dan tidak minum alkohol, berusaha menurunkan berat badan jika mengalami obesitas, dan lainnya,” paparnya.

Pada penyuluhan kesehatan kali ini, selain diisi materi seputar hipertensi, juga disampaikan berbagai informasi terkat pelayanan RSCH Klaten, dan senam kesehatan yang dipandu oleh Heruwanto. Peserta yang merupakan anggota Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Aggrek ini nampak antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan ini.
Terkait, dr Erlin menyambut baik diadakannya kegiatan penyuluhan kesehatan di tempat prakteknya itu. Karena para Lansia itu mendapat pengetahuan dan wawasan baru tentang kesehatan. Para Lansia juga diajari senam kesehatan yang menarik, menghibur dan menyehatkan.
“Kegiatan penyuluhan kesehatan ini baik dan positif. Maka kalau boleh, dan ini permohonan para lansia, kegiatan penyuluhan kesehatan ini bisa diadakan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Semoga dengan kegiatan seperti ini, para Lansia tetap sehat, bugar, produktif, dan mandiri,” harapnya.









