WartaKita.org – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno menggelar kegiatan Sosialisasi kebijakan melalui media tradisional dengan tema “Kesenian tradisional sebagai media sosialisasi” di Rest Area Desa Gondang, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten pada Minggu (12/11/2023).
Dalam sosialisasi ini ditampilkan pentas kesenian tradional Jathilan dari Trah Blendrong Crew (TBC) dari Dukuh Turen, Desa Gondang, Kecamatan Kebonarum.
Stephanus Sukirno dalam sambutan menyatakan, Indonesia kaya akan seni dan budaya tradisional.
“Karena itu, keberadaan seni dan budaya tradisional ini harus terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai wujud cinta warga kepada tanah airnya, yaitu Indonesia,” katanya.
Mantan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang ini mengatakan, masyarakat perlu mencintai berbagai seni dan budaya yang ada di Indonesia. Tak hanya mencintai saja, seni dan budaya tradisional itu juga harus dimanfaatkan sebagai media sosialisasi program serta kegiatan pemerintah.
“Kita harus bisa manfaatkan kemampuan yang ada. Kita gunakan seni dan budaya tradisional yang ada itu sebagai media untuk menyosialisasikan program dan kegiatan. Dengan kita manfaatkan kesenian tradisional untuk media sosialisasi, maka seni budaya itu akan lestari dan berkembang. Para pelaku seni bisa hidup. Dan pesan pemerintah juga sampai ke masyarakat,” terang Kepala Badiklatda DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah ini.

Sedang Komandan TE Bintang 2 (Caleg PDIP Dapil 1 Klaten) Agus Riyanto berharap, semua penonton bisa bahagia dan terhibur menikmati pentas kesenian jathilan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Sukirno yang telah mau mengadakan kegiatan sosialisasi kebijakan melalui media tradisional di Desa Gondang ini. Semoga dengan pentas jathilan ini, masyarakat bisa bahagia dan terhibur,” harapnya.
Sementara itu Kepala Desa (Kades) Gondang Susanto menyambut baik kegiatan sosialisasi kebijakan melalui media tradisional yang diadakan di desanya ini.
“Ini adalah wujud nyata dari upaya untuk nguri-uri kesenian tradisional di Desa Gondang dan sekitarnya. Mudah-mudahan kedepan, kesenian tradisional jathilan semakin bisa berkembang, semakin maju, dan bisa memberikan hiburan kepada masyarakat,” ucapnya.









