WartaKita.org – Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Czi Bambang Setyo Triwibowo melakukan peletakan batu pertama bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Sihyem di Dukuh Melikan RT 02 RW 11 Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Rabu (22/2/2023).
Kegiatan bedah rumah tidak layak huni ini merupakan bagian dari kegiatan teritorial TNI AD.
Peletakan batu pertama bedah rumah juga dihadiri oleh Forkompincam Wedi, Pasiter, dan tokoh masyarakat setempat.
Dandim 0723/Klaten Letkol Czi Bambang Setyo Triwibowo mengatakan, kegiatan bedah RTLH ini adalah bantuan dari Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf Anan Nurakman.
“Ini merupakan sebuah implementasi dari 8 Wajib TNI point ke 8, yaitu menjadi contoh dan mempelopori usaha usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Karena itu, TNI harus hadir dan menjadi solusi di tengah-tengah kesulitan masyarakat, sehingga dapat dirasakan manfaatnya,” katanya.
Dandim mengajak masyarakat untuk bahu-membahu dan saling peduli serta tolong-menolong kepada sesama agar senantiasa menjadi amal jariyahnya. Karena hal ini diyakini merupakan sebuah amalan yang tidak akan terputus walaupun sudah meninggal dunia.
“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah turut berupaya dalam membantu kegiatan ini. Dan saya berharap, target pembangunan selesai sebelum bulan Ramadhan. Sehingga Ibu Sihyem selalu pemilik rumah dapat menjalankan ibadah puasa di rumah yang baru saja dibangun,” harapnya.
Sementara itu Sihyem mengucapkan terima kasih kepada Dandim Klaten dan jajarannya usai peletakan batu pertama bedah rumah itu.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Komandan dan Bapak Babinsa, serta Pemerintah yang telah peduli terhadap saya beserta keluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada semua anggota TNI. Kami sebagai orang kecil, hanya bisa mengucapkan terima kasih dan mendoakan semoga diberikan kesehatan dan keberkahan,” ucapnya.
Terkait, Kepala Desa Melikan Purwanto berterima kasih kepada jajaran TNI Angkatan Darat yang berkenan membangun rumah warganya yang tidak layak huni.
“Di Desa Melikan ini masih ada sekitar 38 rumah warga yang tidak layak huni. Kita terus berupaya untuk memperbaiki rumah warga tersebut agar menjadi layak melalui berbagai sumber. Semoga dengan perbaikan rumah ini, warga kami menjadi semakin sejahtera,” ujarnya.









