Ikuti Live In Panggilan, Misdinar Paroki Cawas Melawat Ke Sejumlah Komunitas Biara Di Yogyakarta

Misdinar Paroki Santa Maria Assumpta Cawas berfoto bersama pendamping, Rama Alexander Joko Purwanto, Pr dan para suster di sela acara live in panggilan, Minggu (31/7/2022).

WartaKita.org – Anak-anak Misdinar Paroki Santa Maria Assumpta Cawas, Kabupaten Klaten mengadakan kegiatan live in panggilan dengan berkunjung ke sejumlah komunitas biara di Yogyakarta pada Sabtu (30/7/2022).

Mereka dibagi dalam tujuh kelompok sesuai dengan jumlah komunitas yang dikunjungi.

Bacaan Lainnya

Misdinar putri berkunjung ke biara suster-suster CB, OP dan PIJ. Sedangkan misdinar putra diajak mengunjungi seminari dan bruderan. Ada yang ke Wisma Nasaret MSF, Seminari OMI, Bruderan CSA dan MTB di Yogya.

Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Cawas, Rama Alexander Joko Purwanto, Pr menjelaskan, dalam satu mobil terdiri dari tujuh anak dan pendamping. Mereka diantar ke masing-masing komunitas. Selama satu hari mereka berkunjung dan tinggal di komunitas.

“Hal ini dilakukan agar mereka mengenal lebih dekat kehidupan membiara. Mereka bisa melihat langsung kegiatan para suster, bruder dan frater di komunitasnya,” katanya.

Misdinar Paroki Santa Maria Assumpta Cawas berfoto bersama para frater.

Sedang Koordinator kegiatan live in panggilan, Lasda Juarini menyampaikan, kegiatan ini baru pertama kali dilakukan misdinar Paroki Cawas. Pihaknya merasa senang karena banyak respon positif, baik dari para suster, bruder dan frater, maupun juga dari anak-anak misdinar serta pendamping.

“Kami sangat berterima kasih kepada Suster Marisa CB yang menerima kami sehingga bisa berkemah ria di Berkah Bumi Blembem, Pakem. Semoga dengan model kegiatan ini, anak-anak misdinar bisa menanggapi panggilan Tuhan dengan hidup membiara,” ujarnya.

Kegiatan live in panggilan ini mendapat tanggapan yang positif dari anak-anak. Kenzie, Berto dan Mario misalnya, sangat senang bisa ketemu langsung dan tinggal bersama di komunitas biara.

“Kami senang bisa melihat rumah para frater,” ucap mereka.

Begitu juga peserta lain yang berkunjung ke biara suster seperti Naysa, Megan, Aira dan Angel. Mereka juga berkomentar senada.

Misdinar Paroki Santa Maria Assumpta Cawas panen kacang di lokasi perkemahan.

Setelah berkunjung di sejumlah komunitas biara, para misdinar diarahkan menuju Berkah Bumi Blembem untuk berdinamika bersama. Frater Paskalis Sunu Sandya Santiko dari Seminari Tinggi Santo Paulus Yogyakarta mendampingi mereka. Suster Marisa CB juga memperkenalkan Eco Education kepada anak-anak.

Mereka sangat antusias ketika diajak panen jagung dan kacang di lokasi perkemahan.

Kegiatan live in panggilan ini ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Cawas, Rama Alexander Joko Purwanto, Pr pada Minggu (31/7/2022).

Dalam homili, Rama Joko Purwanto mengajak anak-anak untuk membuka hati terhadap panggilan Tuhan menjadi imam, bruder atau suster.

“Ada banyak macam hidup membiara. Kemarin kalian sudah mengenal ada CB, OP, PIJ, OMI, MSF, MTB, CSA dan juga imam praja. Kalian bisa memilih mana yang cocok dan disukai. Mulai sekarang, persiapkan hidupmu untuk dipersembahkan kepada Tuhan,” pesan rama.

Misdinar Paroki Santa Maria Assumpta Cawas berfoto bersama para suster.

Live in panggilan ini ditanggapi baik para biarawan dan biarawati yang ketempatan.

“Kesan kami sangat positif. Bisa membuka pemikiran baru bagi anak dan orangtua tentang hidup panggilan. Dan bagi kami juga kongregasi kami, bisa dikenal dan bisa melatih para novis untuk memberikan pendampingan. Semoga nanti berlanjut ke OMK (Orang Muda Katolik). Terima kasih banyak, Tuhan memberkati,” ucap Suster Alicia OP.

Para peserta dan pendamping yang berjumlah 55 orang ini kembali ke Cawas pada Minggu sore.

Pos terkait