WartaKita.org – “Rumah Mimpi” adalah education project yang diselenggarakan di beberapa kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Project ini diinisiasi oleh Komunitas Kejar Mimpi Yogyakarta (KKMY).
Project “Rumah Mimpi” merupakan project berkelanjutan yang dilakukan di berbagai kabupaten di DIY sehingga bisa mencapai ke wilayah di luar Kota Yogyakarta.
Pada kegiatan putaran ketiga kali ini mengambil lokasi di Padukuhan Tanjung, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (23/7/2022).
Mereka berkolaborasi dengan Komunitas Gunungkidul Menginspirasi (GM). Pengabdian pendidikan ini dilaksanakan dengan pemberian pembelajaran seputar pendidikan dan hal baru di daerah tersebut.
Materi yang disampaikan kepada anak-anak kali ini adalah literasi keuangan dan pembelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman. Penyampaian materi dikemas dengan santai dan terdapat games sehingga anak-anak dapat lebih mudah memahami. Karena bukan hanya sekadar pemberian materi berupa teori, namun anak-anak diajarkan untuk langsung mempraktikkan materi yang disampaikan.
Ketua Komunitas Kejar Mimpi Yogyakarta, Indah Syavitri menjelaskan, Rumah Mimpi ini diadakan untuk memberikan akses dan menghilangkan sekat pendidikan pada anak-anak. Kejar Mimpi Yogyakarta juga ingin memperluas kolaborasi antar komunitas yang ada di DIY, sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar dan dampak bagi masyarakat sekitar.
“Saat ini masih banyak daerah yang sulit diakses dan kesadaran mengenai pentingnya pendidikan di daerah yang jauh dari Kota Yogyakarta belum seperti yang diharapkan. Hal ini mengakibatkan munculnya sekat dalam pendidikan. Sekat ini mengakibatkan tertutupnya berbagai potensi mereka yang bisa dikembangkan sejak dini,” katanya.
Indah Syavitri menyatakan, Rumah Mimpi hadir dengan tujuan dapat menghilangkan sekat yang ada dan membuka mimpi anak-anak. Karena itu, mereka memberikan materi kelas Literasi Keuangan dan kelas Bahasa Asing.
“Kami berharap, melalui Rumah Mimpi KM Jogja ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk berani mengejar mimpi mereka,” jelasnya.
Sedang Ketua Komunitas Gunungkidul Menginspirasi, Vangga mengatakan, Education project kali ini berkesempatan untuk melakukan kolaborasi dengan Komunitas Gunungkidul Menginspirasi (GM).
“Alhamdullilah kegiatan ini berjalan asyik dan menyenangkan, serta mengedukasi mengenai menabung dan pemberian pelajaran mengenai bahasa Inggris dan Jerman. Kami berharap, semoga kegiatan ini dapat lebih melebar ke dusun-dusun lain di Gunungkidul,” harapnya.
Vangga menambahkan, jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya di DIY, Gunungkidul merupakan daerah dengan indeks pembangunan manusianya rendah.
“Sehingga bantuan dari teman-teman Kejar Mimpi ini sangat dibutuhkan,” tandasnya.
Sementara itu anggota Komunitas Kejar Mimpi Chapter Yogyakarta, Gizelda berharap agar kegiatan ini dapat berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran mengenai menabung dan pemahaman bahasa asing.
“Semoga Rumah Mimpi dapat berkelanjutan di daerah lain. Selain itu, semoga materi yang disampaikan dalam Rumah Mimpi ini dapat bermanfaat bagi anak-anak agar lebih sadar akan pentingnya menabung dan memahami beberapa bahasa asing untuk bekal masa depannya,” ucapnya.









