WartaKita.org – Komunitas Pelaku Pariwisata Ajang Silaturahmi Pariwisata (ASIPA) Indonesia menggelar Table Top Jogja – Klaten Keren 2023 dari Selasa sampai Kamis (17-19/10/2023).
Ketua ASIPA Indonesia M Isroni Hariyanto menyampaikan, Table Top Jogja – Klaten Keren 2023 ini bertujuan untuk mempertemukan semua pelaku wisata dalam rangka menghidupkan kembali pariwisata di Indonesia, khususnya di Kabupaten Klaten yang telah lama vakum dikarenakan pandemi Covid 19. Sehingga dapat memberikan peluang bisnis bagi pelaku pariwisata serta UMKM yang diharapkan dapat turut meningkatkan nilai jual pariwisata Klaten pada khususnya dan Jawa Tengah serta Indonesia pada umumnya.
“Untuk meningkatkan nilai jual lebih Kabupaten Klaten sebagai daerah tujuan wisata dan dikunjungi wisatawan, maka perlu sering diadakannya event – event yang tetap dan berkesinambungan baik yang berskala lokal, nasional maupun internasional. Salah satunya adalah penyelenggaraan Table Top Jogja – Klaten Keren 2023 ini,” katanya.
M Isroni Hariyanto menambahkan, disamping untuk mempertemukan buyer dan seller, Table Top Jogja – Klaten Keren 2023 ini juga dimaksudkan untuk membangun jaringan kerja antara seller dan buyer kedepannya.
“Dalam penyelenggaraan Table Top Jogja – Klaten Keren 2023 ini panitia juga mengundang Tour Operator Domestik, dan Decision Maker dari Perusahaan Jasa Pariwisata yang kita pertemukan dengan para Stake Holder Pariwisata se-Indonesia sehingga akan terjadi Travel Exchange,” ujarnya.
Sedang Ketua pelaksana, M Mochtar menjelaskan, Table Top Jogja – Klaten Keren 2023 ini mengusung tema “Menjalin Silahturahmi Untuk Kebersamaan”. Sedang sasaran peserta adalah Biro Perjalanan Wisata, Agen Travel, Tour Leader, Guide, Perusahaan Transportasi, Persewaan Mobil serta para Operator dan Trainer Outbond.
“Harapan kita, Table Top Jogja – Klaten Keren 2023 ini dapat membantu pemerintah untuk menggalakkan sektor pariwisata dengan mendatangkan wisatawan ke wilayah Kabupaten Klaten sehingga mampu menggerakkan pariwisata setempat dan perkembangan ekonomi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan, mendayagunakan, melestarikan serta meningkatkan mutu objek wisata dan daya tarik wisata yang ada di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Klaten sehingga dapat menarik para wisatawan domestik maupun mancanegara,” paparnya.

M Mochtar mengatakan, konsep acara Table Top Jogja – Klaten Keren 2023 ini adalah Showing Trip. Kegiatan ini merupakan sarana memperkenalkan dan mempromosikan objek wisata yang ada di Kabupaten Klaten Jawa Tengah kepada para Travel Agent dan Seller yang akan mengunjungi obyek wisata secara bersama sama dalam satu keluarga besar.
Table Top Jogja – Klaten Keren 2023 ini diikuti sekitar 250 orang Travel Agent se Jawa dan Bali serta Asosiasi Pariwisata yang ada di Jawa dan Bali. Selama Table Top Jogja – Klaten Keren 2023, peserta menginap di Hotel Urban Al Ashri dan Hotel Sagan Heritage.
Di Klaten, peserta mengunjungi Gerabah Putaran Miring di Melikan, Kerajinan Tenun Lurik di Pedan, Umbul Ponggok, Water Tubing, dan Gala Dinner di Raja Bakaran Klaten “De Dives Posthac” Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten. Usai acara, peserta kembali Ke Hotel Urban Al Ashri dan Hotel Sagan Heritage.
Terkait, Kepala Desa Nglinggi Sugeng Mulyadi menyambut baik kegiatan Table Top Jogja – Klaten Keren 2023 ini.
“Kegiatan ini merupakan kerjasama antara ASIPA Indonesia, De Urban Hotel Management Grup dan Pemerintah Desa Nglinggi. Kita berharap, kedepan ASIPA Indonesia akan membuat atau membawa paket-paket wisata di Klaten, khususnya di Desa Nglinggi,” harapnya.
Sugeng Mulyadi menyatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk senantiasa berbenah dan membangun obyek-obyek wisata yang ada di Desa Nglinggi.
“Kita membangun pertanian terpadu, pariwisata, pendidikan, dan sebagainya. Semoga kegiatan Table Top Jogja – Klaten Keren 2023 ini memberi dampak positif bagi kita semua. Karena pariwisata itu pasti akan memberi dampak pada sektor lain. Dan di sisi lain, juga perlu didukung oleh sektor lain. Apalagi, pariwisata buatan itu lebih menarik. Jadi, kita tidak harus punya gunung, laut, sungai dan lain sebagainya,” ucapnya.









