WartaKita.org – Semangat Wiwi (52) untuk menghidupi keluarganya layak untuk diapresiasi.
Wiwi merupakan seorang ibu tunggal atau single parent. Ia adalah pelaku wirausaha yang berasal dari Jawa Timur. Namun ia harus merantau ke Yogyakarta dikarenakan tuntutan kebutuhan hidup.
Wiwi harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Apalagi, ia memiliki satu anak laki-laki yang belum bekerja, sehingga ia harus tetap menafkahi anaknya itu.
Keseharian, Wiwi membuat adonan kue dan berjualan terang bulan. Kue terang bulan ini diberi toping dengan harga yang bervariasi. Untuk toping coklat harganya Rp6 ribu, strawberry Rp6 ribu, blueberry Rp6 ribu, kacang Rp7 ribu, dan toping keju Rp8 ribu.
Terang bulan yang sudah dilumuri oleh aneka toping ini akan diluburi lagi dengan susu cair kental manis, gula halus, dan meses. Toping yang melimpah membuat kue terang bulan terlihat sangat lezat dan banyak dibeli oleh anak-anak dan orang dewasa.
Wiwi mulai berjualan pada pukul 07.00 pagi hingga barang dagangannya terjual habis. Ia berjualan di sekitaran Malioboro, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Lempuyangan. Ini dilakukan agar dagangannya dapat terjual habis.
Setelah dagangannya terjual habis, Wiwi akan segera pulang ke rumah untuk beristirahat sejenak, lalu melanjutkan pekerjaannya yaitu membuat adonan kue untuk dijual keesokan harinya. Proses membuat kue tentu saja membutuhkan waktu yang tidak singkat. Sehingga ia membutuhkan banyak tenaga bantuan. Selama proses pembuatan adonan kue, ia dibantu oleh putranya.
Wiwi biasanya memproduksi sebanyak 25 buah kue terang bulan. Dan ketika kue tersebut habis terjual, maka ia akan mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp75 ribu per harinya.
Semangat pantang menyerah terlihat sangat jelas di raut wajah Wiwi. Ia berharap, kehidupannya kedepan bisa lebih baik.









