WartaKita.org – Guru menjadi kunci dalam pembelajaran untuk mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik, aktif dan proaktif. Untuk itu, guru perlu mengembangkan profesi melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada pembelajaran.
Sebagai upaya mengembangkan profesi guru tersebut, sebanyak 4 guru SD Negeri Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten mengikuti Lokakarya 7 Angkatan 9 Provinsi Jawa Tengah di Gedung Sunan Pandanaran Klaten pada Kamis (25/4/2024).
Lokakarya yang dirangkai dengan Gelar Panen Karya Calon Guru Penggerak (CGP) ini merupakan akhir kegiatan sebagai salah satu pelaksanaan kebijakan pemerintah yakni Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP).
Kepala SDN Karangdukuh, Ani Widyastuti di sela menghadiri kegiatan lokakarya menyampaikan, pihaknya merasa bangga atas capaian hasil belajar 4 Calon Guru Penggerak SDN Karangdukuh ini. Mereka adalah Fajar Arumsari, Amelia Nirha Kartikasari, Kristinah Wahyu Utami dan Eka Windhi Hastuti. Kermpat guru ini telah menyelesaikan rangkaian Program Pendidikan Guru Penggerak tersebut.
“Alhamdulillah, sebagian guru, atau tepatnya 4 dari 7 Guru SDN Karangdukuh ini telah mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak. Sedang guru lainnya nanti akan segera menyusul,” katanya.
Ani Widyastuti berharap, lokakarya ini dapat memberikan dampak positif kepada para siswa. Selain itu, para Calon Guru Penggerak ini juga diharapkan dapat mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik serta menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem komunitas pendidikan di sekolah.
“Hal ini untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila, yaitu peserta didik yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa dan berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebhinekaan global, bernalar kritis dan mandiri,” terang Ani, panggilan akrabnya.

Ani menambahkan, proses ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menyelenggarakan pendidikan yang terbaik bagi peserta didik. Sebab, kolaborasi yang baik akan mendorong transformasi pendidikan yang mampu melahirkan peserta didik yang memiliki daya saing global.
“Dengan demikian, SDN Karangdukuh diharapkan semakin meningkat kualitas pembelajarannya untuk mendukung pembentukan peserta didik berkarakter EMAS, yaitu Emphatic, Mandiri, Akhlak mulia dan Smart menuju SDN Karangdukuh yang Unggul, Inovatif dan Maju,” ungkap Ani, yang juga salah satu Guru Pamong di Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini.
Sedang keempat Calon Guru Penggerak SDN Karangdukuh ini mengaku senang dan bahagia atas hasil yang diperolehnya. Menurutnya, keberhasilan ini berkat dukungan dari berbagai pihak.
“Lokakarya ini bertujuan untuk menjelaskan proses yang dialami dan praktik baik yang didapatkan dalam mengembangkan program yang berdampak pada peserta didik dan dapat menjelaskan saran untuk pengembangan tersebut dari para pengunjung. Selain itu, juga dimaksudkan untuk membagikan hasil pembelajaran selama 6 bulan dan dampaknya terhadap Calon Guru Penggerak,” ujar mereka.

Sementara itu Ketua Komite SDN Karangdukuh, Wiyono mengucapkan selamat dan sukses atas selesainya Program Pendidikan Guru Penggerak bagi Calon Guru Penggerak SDN Karangdukuh.
“Semoga proses ini semakin meningkat kualitas pendidikan di SDN Karangdukuh,” ucap Wiyono.









