IPHI DIY Harus Berbuat Sesuatu Untuk Kemaslahatan Umat Dan Bangsa

Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof Edy Suandi Hamid saat menyampaikan ceramah Hikmah Syawalan di hadapan Pengurus (IPHI) dan Majelis Taklim Perempuan DIY di Sekolah Al Azhar Yogyakarta pada Rabu (1/5/2024).

WartaKita.org – Masyarakat yang sudah menunaikan ibadah haji pada umumnya adalah golongan menengah atas, atau mereka yang secara hukumnya masuk kategori wajib haji. Para haji ini sebagian besar adalah mampu secara ekonomi, dan terdidik.

Oleh karena itu, mereka yang sudah ber-haji ini, terutama yang tergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) untuk ikut berbuat banyak demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini disampaikan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof Edy Suandi Hamid dalam ceramah Hikmah Syawalan di hadapan Pengurus (IPHI) dan Majelis Taklim Perempuan DIY di Sekolah Al Azhar Yogyakarta pada Rabu (1/5/2024).

“Ini sesuai dengan Misi dari IPHI, yang antara lain untuk mengembangkan dakwah bilhal demi kemaslahatan umat dan bangsa ini,” katanya.

Hadir dalam acara yang diikuti lebih 100 jamaah tersebut Ketua IPHI DIY Drs Hafidh Ashrom, Kakanwil Kemenag DIY Dr Musmin, dan Biro Mental DIY Drs Wiryawan Sudianto.

Di samping Syawalan, pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pergantian Antar Waktu (PAW) pengurus IPHI DIY.

Prof Edy menyatakan, Indonesia masih banyak persoalan yang dihadapi. Seperti persoalan kemiskinan, korupsi, juga tingkat pendidikan masyarakat yang sebagian besar berpendidikan rendah. Secara global juga, pendidikan umat Islam masih rendah, termasuk dilihat dari rata-rata lamanya sekolah.

“Padahal Islam sangat mendorong umatnya untuk belajar dan belajar. Kita bisa menggali ilmu pengetahuan dari Al-Qur’an, Hadist, dan juga melalui ijtihad yang tetap bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist tersebut. Ini yang dilakukan umat Islam pada masa keemasannya pada sekitar abad kedelapan hingga ke 13,” ujarnya.

Prof Edy pun memberi contoh ada sejumlah ilmuwan besar Islam, seperti Ibnu Sina, Al-Kindi, Imam Ghazali, dan Al-Hawwarij yang melahirkan berbagai teori terkait filsafat, astronomi, kedokteran, matematika, dan lainnya.

Prof Edy menjelaskan, Syawalan merupakan suatu tradisi yang baik untuk melakukan introspeksi setelah sebulan lamanya pada bulan Ramadan masyarakat dididik dalam berperilaku dan beribadah dengan baik.

“Saat di akhir bulan Syawal kitab bisa mengukur, apakah hasil pendidikan selama Ramadan masih berlanjut? Jika terjadi peningkatan, sesuai makna dari Syawal, maka itu berarti majelis Ramadan, Darul Ilmi selama puasa itu telah berhasil, dan membuat kita menjadi lebih baik. Begitu pula sebaliknya,” ujar mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) ini.

Sementara itu Ketua Pengda IPHI DIY Drs Hafidh Ashrom MM berharap afgr Pengda IPHI dapat aktif menjalankan programnya.

“IPHI DIY juga diharapkan terlibat dalam membantu mengatasi masalah-masalah di DIY. Seperti masalah stunting, sehingga keberadaan IPHI memberikan manfaat bukan saja pada anggota, melainkan juga pada masyarakat,” harapnya.

Pada kesempatan itu Hafidh Ashrom juga menyampaikan dan mendistribusikan member card pengurus IPHI untuk diskon belanja.

“Ini bisa dibelanjakan pada puluhan mitra IPHI di tanah air. Ada untuk konveksi, hotel, restoran, hingga untuk cat otomotif,” ucap Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI dari DIY ini.

Pos terkait