Hamenang Pantau PTM Di SMPN 6 Klaten, Siswa Diimbau Patuhi Prokes, Langsung Pulang Setelah Jam Belajar Usai

Ketua DPRD Kabupaten Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melakukan pantauan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 6 Klaten, Selasa (4/1/2022).

WartaKita.org – Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten telah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) sejak Senin (3/1/2022) lalu.

Pembelajaran tatap muka 100 persen itu dapat dilaksanakan karena saat ini Kabupaten Klaten berstatus PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 2.

Bacaan Lainnya

Untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Klaten ini berjalan sesuai aturan, maka sejumlah pihak melakukan pemantauan langsung ke lapangan.

Salah satunya adalah Ketua DPRD Kabupaten Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Hamenang melakukan pantauan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 6 Klaten, Selasa (4/1/2022).

Sekadar diketahui, Hamenang adalah alumni SMP Negeri 6 Klaten tahun 2003.

Ketua DPRD Kabupaten Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan, pemantauan yang dia lakukan ini untuk melihat pelaksanaan pembelajaran tatap muka di lapangan secara langsung. Khususnya terkait dengan protokol kesehatan (prokes).

Alhamdulillah, hari ini saya melakukan monitoring dan melihat secara langsung pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 6 Klaten. Pelaksanaannya sudah bagus terkait penataan kursi dan meja. Para siswanya juga tertib menggunakan masker,” katanya.

Dalam monitoring tersebut, Hamenang juga melakukan dialog dengan siswa, sejumlah guru dan Kepala SMPN 6 Klaten. Ini dilakukan agar pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut dapat berjalan baik.

Ketua DPRD Kabupaten Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengecek kondisi lapangan basket di SMP Negeri 6 Klaten, Selasa (4/1/2022).

Hamenang juga mengimbau kepada siswa agar setelah selesai jam belajar langsung pulang ke rumah atau tidak nongkrong, karena ancaman Covid-19 masih ada.

“Karena kalau ketemu dengan orang lain, dengan orang banyak, ya kita tidak tahu, siapa yang terkena (Covid-19). Ini bisa rawan. Maka ketika berangkat sekolah pun, sebaiknya dari rumah langsung ke sekolah,” pesannya.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 6 Klaten Eguh Setyo Surono menyatakan, pihak sekolah telah mempersiapkan PTM dari segi sarana dan prasarana. Sekolah telah mengoptimalkan handsanitizer untuk tempat cuci tangan dan sebagainya. Alat ukur suhu juga sudah disiapkan pada pagi hari. Ini sebagai alat kontrol untuk siswa setiap mau masuk sekolah ketika akan mengikuti proses pembelajaran

“Terkait tamu, juga sudah disiapkan QR Code Aplikasi Peduli Lindungi untuk memfilter tamu-tamu yang akan datang ke sekolah,” tandasnya.

Eguh Setyo Surono menambahkan, pada hari kedua ini, sebanyak 99 persen anak sudah masuk. Kecuali untuk anak-anak yang kondisinya kurang enak badan. Karena sekolah justru mengimbau dan meminta agar anak yang kondisinya kurang fit untuk tidak masuk sekolah dulu.

Jumlah siswa di SMP Negeri 6 Klaten ini ada 793 anak, dari sebanyak 25 kelas. Untuk sementara, setiap hari, anak-anak mengikuti 6 jam pelajaran. Anak-anak pulang dari sekolah sekitar pukul 11.15 WIB.

“Kita imbau orang tua untuk antar jemput anak-anaknya. Orangtua juga kita imbau untuk menyiapkan bekal dari rumah. Karena kantin masih tutup,” ucapnya.

Pos terkait