PENGETAHUAN dan keterampilan generasi milenial saat ini sangat berpengaruh terhadap masa depan bangsa. Kemampuan generasi penerus berperan penting terhadap keberlangsungan Indonesia di masa mendatang.
Generasi muda Indonesia harus mampu memenuhi kewajiban sebagai warga negara untuk ikut serta dalam bela negara. Bela negara ini dalam rangka mewujudkan Indonesia yang lebih baik, dan untuk mempertahankan keberlangsungan hidup bangsa dan negara sesuai dengan nilai-nilai Pancasila serta UUD 1945.
Pasal 27 ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia 1945 mengamanatkan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.
Bentuk keikutsertaan warga negara dalam bela negara ini bisa berupa pendidikan kewarganegaraan, latihan dasar kemiliteran, pengabdian sebagai prajurit TNI, dan pengabdian sesuai profesi.
Pendidikan kewarganegaraan dilaksanakan melalui pembinaan kesadaran bela negara dengan menanamkan nilai-nilai dasar bela negara. “Nilai-nilai tersebut adalah cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, dan mempunyai kemampuan awal bela negara,”
Untuk mewujudkan bela negara, kaum muda milenial harus berani berada di garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sebagai generasi muda, tidak boleh acuh terhadap perkembangan dinamika kepemerintahan yang sedang berjalan dan harus berani mengkritik ketika pemerintah harus dikritik.
Kaum muda milenial harus memiliki prinsip untuk melakukan perubahan yang lebih baik, dari kondisi yang kurang baik ke kondisi yang lebih baik, dan yang sudah baik menjadi lebih baik dengan berprestasi pada berbagai bidang yang dikuasai.
Generasi milenial dalam menghadapi tantangan dan peluang abad 21 adalah melalui pendidikan kewarganegaraan dengan tujuan untuk memegang kunci sebagai aksi bela negara. Kunci ini berfungsi untuk membuka pikiran, hati, dan keinginan kaum milenial.
Generasi muda Indonesia juga harus mengetahui tantangan dan peluang yang akan dihadapi serta pentingnya penguatan pola pikir agar dapat memahami konsep diri dalam bekerja dan memanfaatkan waktu sebagai peluang.
Sebagai kaum milenial yang tidak dapat lepas dari teknologi dan jaringan internet harus mampu mengolah, memilah, serta memerangi hoax serta menghindari penyebaran ujaran kebencian. Generasi muda harus berperan aktif dalam mengkampanyekan perang melawan narkoba baik didalam lingkungan sekitar ataupun di luar lingkungan, baik itu di kantor, kampus ataupun masyarakat.
Kaum milenial juga harus mau ikut andil bagian dalam mempertahankan dan melestarikan warisan budaya tradisional Indonesia yang luhur. Dan juga menjaga nama baik bangsa dengan menyumbangkan prestasi melalui olimpiade pada cabang olahraga atau bidang lainya.
Sebagai generasi muda Indonesia, kaum milenial harus mau berinovasi menciptakan produk, teknologi dan merk lokal Indonesia yang kreatif dan inovatif dan dapat bersaing secara global. Generasi muda harus memiliki pola pikir yang kritis, selalu siap berargumen, mengembangkan rasa percaya diri, mampu bersosialisasi dan mampu membangun personal branding untuk menjadi pribadi berkualitas agar mampu bersaing dengan berbagai kaum muda milenial secara global.
Generasi muda harus peduli akan peristiwa yang terjadi di masyarakat dengan melakukan gerakan sosial tanpa memandang perbedaan. Generasi muda Indonesia harus membangkitkan semangat untuk membangun negara yang maju, berdaya saing tinggi, dan sejahtera.

Mahasiswa Program Studi Public Relations ASMI Santa Maria Yogyakarta









