Film “Mr X” Karya Pelajar SMKN 1 Klaten Juarai Lomba Film Promosi Kesehatan Dinkes Klaten

Film Mr X karya siswa Jurusan Seni Broadcasting dan Film (SBF) SMK Negeri 1 Klaten.

WartaKita.org – Film berdurasi pendek berjudul “Mr X” karya pelajar Kelas XII SMK Negeri 1 Klaten, Betrand Valentino meraih Juara I dalam Lomba Film Promosi Kesehatan 2020 yang diadakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten.

Film ini bercerita tentang perang ilusi dalam diri sang tokoh utama Dina untuk memakai masker saat mau pergi bermain.

Bacaan Lainnya

Penataan cahaya, suara, permainan tokoh, dan alur cerita yang simpel tapi mengena mencuri perhatian para juri.

Sutradara Film “Mr X”, Betrand Valentino, Kamis (22/10/2020), menyampaikan, Film Mr X dilatar-belakangi banyaknya anak muda yang ngeyel enggan memakai masker. Padahal pemakaian masker adalah kebiasaaan baru di masa Covid-19.

“Masker bukan saja bagian dari protokol kesehatan. Tetapi menjadi pelindung kesehatan yang penting agar tidak terpapar Covid-19,” kata pelajar berusia 18 yang tinggal di Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara ini.

Siswa Jurusan Seni Broadcasting dan Film (SBF) SMK Negeri 1 Klaten ini menjelaskan, ada 10 teman yang terlibat dalam pembuatan film ini. Mereka membutuhkan waktu 5 hari penggarapan untuk menyelesaikannya.

“Tetapi untuk pra produksinya cukup lama. Ada proses latihan tokoh, penguatan tokoh dan karakter, pembacaan naskah, sampai gladi bersih. Dina sebagai tokoh utama adalah teman sendiri di sekolah. Film “Mr X” ini menjadi film kami yang ketujuh. Saya lupa, ini kemenangan lomba film yang ke berapa. Tetapi yang terpenting, film kami bisa bermanfaat,” ujar pemuda yang bercita-cita menjadi sutradara kondang ini.

Bagi Betrand dan kawan-kawan crew filmnya, lomba film ini menjadi ajang untuk menguji talenta muda dalam berkarya di bidang perfilman.

“Kami berharap, Film “Mr X” ini bisa membantu Pemerintah dalam menyosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat,” ucapnya.

Sekadar informasi, Film “Mr X” menceritakan tokoh Dina (yang dimainkan Maureen Tyas) yang abai akan pesan mamanya untuk memakai masker. Pesan itu tak digubris Dina. Seolah angin lalu saat ia ingin keluar bermain. Padahal penularan Covid-19 mengancam setiap saat.

Tapi tak disangka, batin Dina berkecamuk. Ia terperangkap dalam dunia ilusi. Terjadi perang antara egonya dan Mr X sebagai tokoh imajiner yang datang dari dunia antah berantah yang memberi nasehat baik agar Dina memakai masker. Dina bersikukuh, dirinya masih muda, tak mungkin terpapar virus corona.

Mr X sebagai tokoh imajiner mengingatkan bagaimana jika orang-orang yang disayangi Dina tertular karena kecerobohannya tidak memakai marker. Dina diseret logika ke alam bawah sadar akan penatnya ruang isolasi yang sunyi.

Tidak cukup di situ, Dina ditarik ke alam bawah sadarnya ke ruang mayat. Dina ciut nyali melihat mayat-mayat yang terbujur kaku tinggal nama di ruang jenazah yang mati akibat terpapar virus corona.

Nasehat Mr X berhasil membetot kesadaran Dina. Dipeluklah sang Mama sesaat setelah diikatkan selembar kain masker menempel di wajahnya. Dina baru sadar, betapa kasih sayang dan kesabaran ibu itu tak pernah berakhir sepanjang langkah bagi keselamatan buah hatinya. Biar pun sang anak sering keras kepala.

Pos terkait