WartaKita.org – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten, Fahrani Wahyu Diana atau Fahrani Hamenang dikukuhkan menjadi Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Bunda Literasi Kabupaten Klaten oleh Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang pada Jumat (23/5/2025).
Pengukuhan Mbak Fahrani Hamenang sebagai Bunda Literasi dan Bunda PAUD Kabupaten Klaten ini dilakukan bersamaan dengan pengukuhan Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Bunda Literasi dan Bunda PAUD Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, Peluncuran Aplikasi Siartis Jateng, dan Penyerahan Hadiah Lomba Bidang Perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Mbak Fahrani Hamenang menyampaikan, ia memiliki komitmen kuat untuk mendorong terwujudnya masyarakat yang gemar membaca, kritis berpikir, dan produktif dalam berkarya.
“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun kesadaran, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas hidup. Saya percaya bahwa keluarga adalah fondasi utama dalam menanamkan budaya literasi sejak dini. Oleh karena itu, peran orang tua, terutama ibu, sangat pentingdalam menciptakan lingkungan rumah yang kaya akan aktivitas membaca dan berdiskusi,” tuturnya.
Karena itu, Fahrani mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Klaten untuk berkolaborasi dan menjadikan literasi sebagai gerakan bersama guna menyiapkan generasi masa depan yang cerdas, berdaya saing, dan berkarakter.
Sedang Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin dalam sambutan mengatakan, dalam kesepakatan pembangunan dunia yang berkelanjutan atau dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs), akses dan kualitas pendidikan dan perkembangan anak usia dini menjadi salah satu target prioritas dari tema ke 4 SDGs, yaitu Quality Education atau pendidikan berkualitas dan dimaknai sebagai persiapan melanjutkan pendidikan di jenjang selanjutnya.
Hal ini semakin menguatkan pandangan yang mempercayai bahwa investasi dalam pendidikan, khususnya PAUD merupakan faktor penting bagi sebuah negara agar dapat bersaing di era globalisasi. Pandangan global ini tercermin dari pengakuan berbagai pemerintah di dunia akan pentingnya fungsi dan peran PAUD baik bagi anak usia dini maupun bangsa.
“Keberadaan Bunda PAUD yang disandang langsung oleh kepala pemerintahan sangatlah penting sebagai penggerak layanan Pendidikan Anak Usia Dini agar lebih berkualitas. Bunda PAUD merupakan sebuah kedudukan sukarela yang dilandasi dengan rasa cinta dan kasih sayang, sehingga menjadi lokomotif untuk mendorong segenap elemen dalam masyarakat,” katanya.
Nawal Arafah Yasin menyatakan, sejalan dengan Bunda Literasi sebagai Pegiat Literasi merupakan motivator dalam menumbuhkembangkan Pembudayaan Kegemaran Membaca melalui pemberdayaan perpustakaan di kalangan masyarakat yang berada di daerahnya, baik di dalam keluarga yaitu orangtua, anak dan remaja serta masyarakat pada umumnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengucapkan terima kasih kepada Nawal Arafah Taj Yasin yang telah bersedia menjadi Bunda Literasi dan Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah.
Dengan telah dikukuhkannya Bunda PAUD Jawa Tengah ini, maka tugas yang diembannya tidaklah ringan. Karena Bunda PAUD Jawa Tengah akan menjadi payung peneduh bagi sebanyak 53.178 Lembaga PAUD yang terdiri dalam bentuk Taman Kanak-Kanak, Kelompok Bermain, Tempat Penitipan Anak, dan Satuan PAUD Sejenis di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah baik dengan status Negeri dan Swasta.
“Sebagai orang tua harus sadar betul bahwa anak-anak yang masih berusia 3 – 6 tahun adalah anak-anak yang sedang bertumbuh dalam masa usia emas (golden age). Dan tentulah dengan perkembangan intelektualitas anak sejak dini membutuhkan pengenalan literasi yang dapat meningkatkan tumbuh kembang anak dalam menyambut masa depannya nanti,” ungkapnya.
Menurut Taj Yasin Maimoen, Pendidikan Anak Usia Dini ini merupakan langkah awal yang penting untuk mengurangi ketimpangan pendidikan dan memastikan kesetaraan akses bagi semua anak. Makna strategis PAUD juga dapat didiskripsikan lebih jauh bahwa PAUD memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak yang meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan motorik halus), sosial dan emosional.
“Atas hal ini maka perkembangan otak pada usia dini sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Rangsangan yang tepat selama periode ini dapat menciptakan fondasi otak yang kokoh untuk pembelajaran dan perilaku di masa depan,” katanya.
Yasin menambahkan, karenanya sangat penting dukungan oleh semua pihak, khususnya bapak, ibu Pemimpin Daerah Kabupaten/Kota, Kepala Dinas, Ketua Ketua PKK, Bunda Literasi dan Bunda PAUD baik di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota, untuk bersama-sama menggerakan budaya literasi dari mulai usia dini di kalangan masyarakat.









