SAYA akan menceritakan pengalaman saya mengikuti Mata Kuliah Ekonomi Koperasi pada semester 6 ini.
Kebetulan teman akrab saya di kelas sudah lebih dulu mengambil mata kuliah ini bersama Pak Eri di semester 4 lalu. Karena pada saat itu, saat saya ingin mengambil mata kuliah ini, namun kuotanya sudah penuh. Dan akhirnya saya baru ikut di semester 6 ini bersama teman-teman kelas lainnya.
Awalnya saya bingung siapa dosen yang akan mengganti Pak Eri. Dan ternyata, yang menggantikan Pak Eri adalah Rama Marwan (Rama Antonius Sumarwan, SJ).
Saya awalnya agak sedikit takut, karena mengira dosennya galak. Tetapi ternyata, Rama Marwan tidak seperti yang saya pikirkan.
Menurut saya, Rama Marwan bisa menyampaikan materi dengan baik dan membuat saya sedikit lebih paham mengenai koperasi.
Sebenarnya, koperasi itu tidak asing bagi saya. Karena bapak saya mengikuti atau menjadi anggota koperasi terutama di koperasi sawit. Selain itu, ibu saya juga merupakan anggota dari salah satu CU (Credit Union) yang ada di Kalimantan Barat, yaitu CU Lantang Tipo. Dan pada tahun 2022, saya sempat menjadi anggota CU Pancur Kasih.
Pada awalnya, saya direkomendasikan oleh orangtua saya untuk menjadi anggota CU Pancur Kasih dengan tujuan menabung. Tetapi, saya sendiri masih kebingungan bagaimana cara menyetor uang dan layanan yang ada di CU tersebut.
Selama saya menjadi anggota CU tersebut, saya didampingi oleh bapak. Dan setelah merantau di Jogja, saya sudah tidak aktif lagi menjadi anggota CU tersebut. Meskipun begitu, untuk koperasi sendiri saya belum begitu paham tentang kinerjanya bagaimana, dan mengapa masyarakat mau menjadi anggota koperasi.
Pertemuan pertama untuk Mata Kuliah Ekonomi Koperasi di semester 6 ini diawali dengan perkenalan dosen dan membahas seputar mengenai Koperasi atau CU. Kemudian kami diminta Rama Marwan untuk membuat koperasi atau CU di kelas atau praktik membuat koperasi atau CU.
Dan kedengarannya cukup unik mendirikan CU di kelas. Jadi, untuk pengurus, pengawas dan anggotanya adalah anggota kelas mata kuliah ini. Kami bersama-masa memilih siapa yang menjadi pengurus dan pengawas CU.
Setelah terpilih siapa yang menjadi pengurus dan pengawas, kami membagi tugas untuk membuat berita acara pendirian CU, anggaran dasar, serta produk dan layanan CU. Kebetulan saya terpilih menjadi sekretaris pengurus CU.
Kami mulai berdiskusi bersama dan membuat WA grup untuk memudahkan komunikasi. CU kami bernama “CU Karya Bersama”. Sebagai sekretaris, saya mendapatkan tugas untuk membuat berita acara pendirian CU.
Menurut saya, untuk membuat berita acara pendirian CU harus lebih teliti karena menggunakan pasal-pasal. Dan pasal-pasalnya ini harus sesuai dengan situasi CU kami. Sedangkan untuk anggaran dasar dibuat oleh bendahara dan untuk produk dan pelayanan ini dibuat oleh tim pengawas.
Kami juga melibatkan anggota (teman kelas) untuk menentukan nominal produk dan layanan yang tersedia di CU Karya Bersama. Dan pastinya, kami sepakat untuk bunganya rendah atau standar untuk kami mahasiswa.
Karena Mata Kuliah Ekonomi Koperasi ini diawali dengan praktik mendirikan CU, saya jadi cukup paham bagaimana caranya mendirikan koperasi atau CU, dan apa saja yang harus disiapkan untuk mendirikan koperasi atau CU, serta tugas yang akan dilakukan oleh pengurus dan pengawas.
Tetapi kendalanya, saya belum terlalu paham mengenai pencatatan pengeluaran dan pemasukkan CU. Dan menurut saya, untuk penjelasan ini terlalu cepat, sehingga saya kurang paham mengenai keuangan CU.
Tetapi sejauh ini, praktik mendirikan CU itu bagus dilakukan, karena sebagai mahasiswa memiliki gambaran bagaimana cara mendirikan CU dan menjadi bekal untuk bekerja di koperasi atau CU.
Selain praktik mendirikan koperasi, metode perkuliahan ini menurut saya cukup seru. Karena kami saling berbagi pengalaman mengenai pengetahuan tentang koperasi, sehingga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai koperasi.
Kemudian kami juga dibagi menjadi beberapa kelompok dan kami berdiskusi mengenai koperasi-koperasi yang ada di negara lain melalui video di youtube. Dan sebagai tugasnya, kami diminta untuk mengamati dan membuat power point mengenai koperasi yang dipilih kelompok kami. Setelah itu, kami presentasi di kelas, sehingga kami juga mendapatkan pengetahuan mengenai koperasi selain koperasi yang ada di Indonesia.
Setelah saya refleksikan, saya mendapatkan pengetahuan baru yang menurut saya cukup saya pahami pada saat diberi tugas untuk mengamati video tentang koperasi yang ada di negara lain. Saya merasa, mendapatkan pemahaman baru melalui video tersebut.
Kelompok kami memilih video yang berjudul “Koperasi Artis Bomalli” dari Sydney, Australia.
Poin penting yang saya dapatkan adalah bahwa koperasi memberi dampak positif kepada masyarakat Aborigin yang sedang melawan stereotip serta kesalahpahaman tentang seni dan budaya Aborigin. Dengan itu, mereka mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya mereka, mengadakan pameran, dan menciptakan dialog tentang isu-isu yang dihadapi oleh masyarakat Aborigin melalui seni.
Selain itu, Boomalli juga berperan dalam mengedukasi publik tentang seni dan budaya Aborigin serta mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang kontribusi seniman Aborigin terhadap seni kontemporer Australia. Koperasi ini terus berfungsi sebagai ruang kreatif dan komunikasi bagi seniman Aborigin, mendorong mereka untuk mengeksplorasi dan mengembangkan praktik seni mereka sambil tetap menjaga warisan budaya mereka.
Selain itu, dengan berkoperasi mereka memperoleh pendapatan (remunerasi) yang layak seiring dengan harga dan mekanisme kontrak yang lebih baik dalam penjualan karya seni yang mereka diproduksi.
Jadi, inti dari video ini adalah koperasi menjadi wadah untuk pelatihan dan pendidikan bagi para anggotanya dalam hal manajemen bisnis, pemasaran, dan keterampilan lainnya. Dan juga membantu anggotanya untuk meningkatkan kemampuan dan menjalankan bisnis seni yang lebih efektif.
Mata Kuliah Ekonomi Koperasi menurut saya memiliki peran penting dalam memberi pengetahuan sebagai bekal kepada kami mahasiswa untuk memasuki dunia kerja atau sebagai seorang karyawan ataupun ingin menjadi wirausaha. Dengan pengetahuan dan praktik mengenai koperasi yang sudah dipelajari dapat memberikan bekal yang kuat dan beragam kepada siapa saja yang memasuki dunia kerja.
Di sampiing itu, dapat mengembangkan materi yang diajarkan secara relevan, dan saat memasuki dunia kerja, dapat lebih efektif dalam peran manajerial dan operasional. Selain itu, jika ingin menjadi seorang wirausaha dapat memanfaatkan model koperasi untuk inovasi dan pengembangan bisnis. Dengan demikian, mereka dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Saran saya untuk Mata Kuliah Ekonomi Koperasi ini, kita bisa berkunjung ke koperasi yang ada di Jogja atau koperasi yang dekat dengan kampus, sehingga kami mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana operasional dari koperasi. Dan untuk praktik koperasi yang sudah dilakukan, bisa dipersiapkan lebih baik lagi.
Menurut saya, hal ini bisa dilakukan dengan memberikan pelatihan terlebih dulu untuk pengurus dan pengawas koperasi agar koperasinya dapat berjalan dengan efektif sampai di akhir semester.
Selain belajar dari Mata Kuliah Ekonomi Koperasi, kita sebagai anak muda diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai perekonomian Indonesia dan isu-isu pemberdayaan masyarakat. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan sosial misalnya, menjadi relawan, melakukan penggalangan dana atau program pemberdayaan masyarakat lainnya, dan bisa belajar manajemen keuangan pribadi investasi.
Kita juga bisa belajar cara mengelola keuangan dengan bijak dan diharapkan dapat memanfaatkan keterampilan, serta minat untuk mengembangkan solusi inovatif yang dapat meningkatkan perekonomian lokal atau memberdayakan masyarakat dengan berpikir secara kreatif bagaimana kita bisa berkontribusi secara positif dalam memecahkan masalah yang ada.
Caroline Laura Duta
NIM : 212314008
Mahasiswa Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma









