WartaKita.org – Inklusi Center Kecamatan Karanganom (ICKK) Bhakti Negeri (BN), Kabupaten Klaten dipercaya mengelola program budidaya lele dan pembuatan pelet selama 10 bulan oleh PT Tirta Investama (TI).
Program budidaya lele dengan sistem bioflok ini telah berjalan dengan baik dan terbukti mampu mengangkat kesejahteraan penyandang disabilitas di Kecamatan Karanganom dan sekitarnya.
Pernyataan ini disampaikan Ketua ICKK BN, Sri Mulya di sela acara Gelar Budaya Dolanan Milenial Pasraman Padma Bhuana Saraswati di Gedung Serbaguna Desa Jurangjero, Kecamatan Karanganom, Minggu (1/3/2020) pagi.
Gelar budaya ini diadakan dalam rangka launching perluasan program pemberdayaan disabilitas Kecamatan Karanganom dan Tulung oleh CSR (Corporate Social Responsibility) PT Tirta Investama.
“Terima kasih kami telah dipercaya untuk mengelola budidaya lele bioflok. Program ini untuk pengembangan kemandirian disabilitas. Dan juga untuk pemenuhan gizi bagi warga pada kegiatan yang diadakan ICKK setiap hari Sabtu. Ini menjadi ajang pembelajaran bagi kami,” katanya.
Sri Mulya mengatakan, ada sejumlah kebutuhan dasar disabilitas yang perlu dipenuhi, yaitu kebutuhan kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan pemberdayaan. Karena itu ICKK berharap, Pemerintah dan perusahaan swasta mau mendukung dan lebih peduli kepada penyandang disabilitas.
“Selama ini, CSR yang diberikan perusahaan swasta lebih berupa bantuan langsung ke penyandang disabilitas. Maka kami berharap, ke depan, bantuan CSR itu bisa diwujudkan dalam program pendampingan atau pemberdayaan. Sehingga penyandang disabilitas dapat segera mandiri,” harapnya.
Sedang Kepala Pabrik Aqua Klaten I Ketut Muaranata menyatakan, PT Tirta Investama memiliki misi bisnis dan sosial.
“Kedua misi itu sudah kami jalankan. Di misi sosial, kami terus men-support disabilitas. Karena kami tahu, ada banyak permasalahan yang mereka hadapi,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Klaten Sri Mulyani berjanji, Pemkab Klaten akan membantu penyandang disabilitas. Bahkan, Pemkab Klaten telah menganggarkan Rp 100 juta pada APBD (murni) 2020 ini. Selain itu, Pemkab Klaten juga menganggarkan Rp 2 milyar untuk membangun gedung inklusi center di Kecamatan Karanganom.
“Pemkab Klaten siap menambah anggaran pada APBD perubahan nanti. Yang penting, siapkan program dulu. Program yang menyeluruh untuk kecamatan dan desa di Kabupaten Klaten,” tandasnya.
Terkait, Gelar Budaya Dolanan Milenial ini dimeriahkan dengan penampilan 70 anak. Padahal pada tahun lalu hanya 7 anak yang tampil. Mereka menampilkan berbagai kemampuan seni yang dimiliki.
Gelar budaya ini menjadi ajang untuk menanamkan nilai-nilai sosial pada diri anak. Mereka diajarkan bagaimana bertoleransi dengan sesamanya. Anak-anak juga diajak untuk melihat indahnya kebhinekaan dan melakukan lebih banyak kebaikan.
Pada kesempatan ini secara simbolis diserahkan dana untuk program pemberdayaan disabilitas untuk Kecamatan Karanganom dan Tulung, serta tali kasih berupa alat bantu untuk anak berkebutuhan khusus (ABK).
Gelar budaya dimeriahkan dengan demo memasak dari Indonesia Chef Association (ICA).









