Pemkab Klaten Salurkan Bansos Rp1,8 Miliar, Untuk Memperbaiki 126 RTLH

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyalurkan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp1,8 miliar untuk memperbaiki 126 rumah tidak layak huni (RTLH).

Warta Kita.org – Kabar baik bagi warga Kabupaten Klaten.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyalurkan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp1,8 miliar untuk memperbaiki 126 rumah tidak layak huni (RTLH).

Bacaan Lainnya

Penyerahan bansos secara simbolis dilakukan oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Pendopo Tirto Harapan Komplek Grha Bung Karno (GBK) Klaten pada Selasa (11/11/2025).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Kabupaten Klaten Muh Anwar Shodiq menyampaikan, masing-masing penerima mendapatkan bantuan senilai Rp15 juta.

”Bantuan ini untuk (pembelian) material bangunan senilai Rp12,5 juta, untuk upah tukang Rp2.350.000 dan biaya operasional pelaksanaan (BOP) Rp150.000. Sehingga total bantuannya Rp15 juta,” katanya.

Shodiq menjelaskan, total capaian program RTLH yang didanai dari anggaran APBD 2025 sebanyak 352 unit.

”Anggaran APBD murni telah terealisasi untuk 227 unit, dan sudah selesai terlaksana. Sementara 126 unit ini adalah dari APBD Perubahan yang kini memasuki proses pembangunan. Total nilai keseluruhannya sudah mencapai Rp 5,229 miliar,” ujarnya.

Shodiq menyatakan, meskipun capaian di tahun 2025 cukup signifikan, namun ia tidak menampik bahwa tantangan perbaikan RTLH di Klaten masih besar.

“Harapannya, kegiatan ini akan terus ada setiap tahun karena memang data RTLH di Kabupaten Klaten masih cukup banyak. Yang masih perlu dibantu itu ada sekira 6.000 unit RTLH,” ungkapnya.

Shodiq mengatakan, Bupati Hamenang sangat menaruh perhatian serius pada masalah RTLH. Hal ini, menunjukkan komitmen Pemkab Klaten untuk memastikan seluruh warganya dapat menempati rumah yang layak huni.

Ia mengungkapkan, pengentasan RTLH dilaksanakan secara simultan dan terpadu, serta melibatkan berbagai pihak.

“Penanganan ini dilaksanakan secara bersama-sama. Baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemkab Klaten, pihak-pihak lain yang konsen dan juga melalui CSR (Corporate Social Responsibility). Tidak lupa, program bantuan sosial (Bansos) juga untuk ikut perbaikan RTLH,” terang Shodiq.

Ia menerangkan, adapun total perbaikan RTLH dari berbagai sumber di tahun 2025 ini mencapai 1.193 unit. Bersumber dari APBD Kabupaten Klaten, APBD Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Pusat dan Baznas.

Insyaallah, selama satu periode ini, Mas Bupati akan mengentaskan sekira 6.000 unit RTLH. Mau digas dengan Mas Bupati,” tandas Shodiq.

Sedang Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyatakan komitmen kuatnya untuk menggenjot program perbaikan RTLH.

Insyaallah, nanti ke depan juga kami koneksikan antara program merehab rumah tidak layak hunian ini dengan teman-teman di DPUPR. Karena di DPUPR ada program jambanisasi sehingga clear rumahnya menjadi lebih layak. Kemudian sanitasinya juga terpenuhi yang akhirnya bisa hidup lebih layak dan nyaman,” ujar Hamenang.

Sementara itu salah satu penerima bantuan RTLH, Murtopo mengaku senang karena dirinya menerima bantuan tersebut.

“Saya sangat senang. Bantuan ini sangat bermanfaat sekali. Untuk membantu masyarakat kurang mampu, agar bisa memperbaiki atau merenovasi rumahnya. Total saya saya dapat (bantuan) Rp15 juta. Bantuan ini akan saya gunakan untuk memperbaiki bagian atap dan bagian dinding rumah saya,” ucap warga Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom ini.

Pos terkait