Di Peringatan Nuzulul Qur’an, KH Mujiharno Ajak Umat Islam Perkuat Kepedulian

Para remaja jamaah Masjid Al-Qohhar Ngruweng berfoto bersama usai pengajian peringatan Nuzulul Qur’an, Sabtu (23/04/2022) malam.

WartaKita.org – Umat Islam di Dukuh Ngruweng, Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten menggelar Pengajian Akbar memperingati Nuzulul Qur’an 1443 H/2022 M yang berlangsung di Masjid Al-Qohhar Ngruweng, Sabtu (23/04/2022) malam.

Peringatan Nuzulul Qur’an ini mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menuju Insan Yang Berakhlakul Karimah”.

Bacaan Lainnya

Acara pengajian diawali dengan penampilan musik hadroh Rebana Al-Qohhar dari anak-anak dan ibu-ibu jamaah masjid setempat.

Kepala Desa Wiro Sinto dalam sambutan menyampaikan, peringatan Nuzulul Qur’an ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan setelah 2 tahun vakum karena pandemi Covid-19.

Peringatan Nuzulul Qur’an ini dihadiri sekitar 200 jamaah dari masjid setempat dan luar wilayah. Selain itu, juga dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Bayat.

Pengajian ini menghadirkan pembicara Ustadz KH Mujiharno dari Yogyakarta. Kehadiran KH Mujiharno ditunggu-tunggu oleh jamaah.

Mereka antusias datang ke masjid maupun menonton via daring melalui akun YouTube Ngruweng Guyub. Bila ditotal, jumlahnya mencapai ratusan penonton.

Ustadz KH Mujiharno dari Yogyakarta memberikan tausiah pada pengajian peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Al-Qohhar Ngruweng, Sabtu (23/04/2022) malam.

Kyai Mujiharno menyampaikan ceramah dengan gurauan khasnya, serta bersholawat bersama. Tak pelak, hal tersebut mengundang gelak tawa jamaah.

Dalam ceramah kali ini, Kyai Mujiharno mengusung topik tausiah tentang mengingat kematian dan menyiapkan diri untuk menghadapinya. Salah satunya dengan rajin membaca Alqur’an serta bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Sudah menjadi sunnatullah, bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati. Hanya tidak ada di antara kita yang mengetahui kapan kematian itu akan datang. Untuk itu, mari kita senantiasa bersholawat kepada Nabi dan membaca Al-Qur’an di bulan Suci ini,” ajaknya.

Kyai Mujiharno juga mengajak umat Islam menjadikan Nuzulul Qur’an sebagai momentum memperkuat kepedulian.

“Mari, jadikan semangat Nuzulul Qur’an untuk meneguhkan momentum untuk bersatu dan saling peduli,” pesannya.

Jamaah yang hadir menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat pengajian berlangsung.

Dalam pengajian ini juga diselingi pentas seni Rebana Modern Al-Qohhar Ngruweng yang dimainkan para remaja jamaah masjid setempat. Kegiatan pengajian akbar ini berjalan dengan lancar, aman dan tertib berkat kerjasama antara pihak penyelenggara dan petugas kepolisian.

Pos terkait