WartaKita.org – Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Rayon Klaten diadakan di Gua Maria Sendang Sriningsih Jali, Paroki Paroki Santa Maria Diangkat Ke Surga Dalem pada Sabtu sampai Minggu (22-23/10/2022).
Rangkaian peringatan HPS 2022 ini diisi dengan acara bazar UMKM, seminar, pentas seni, bakti sosial, dan Misa Syukur.
Misa Syukur Peringatan HPS tingkat Rayon Klaten ini dipimpin oleh Vikep Surakarta Rama Robertus Budiharyana, Pr bersama Rama Agustinus Nunung Wuryantoko, Pr (Ketua Komisi PSE Kevikepan Surakarta), Rama Vincentius Bondhan Prima Kumbara, Pr (Pastor Paroki Santa Maria Diangkat Ke Surga Dalem), Rama Richardus Heru Subiyakto, Pr (Vikaris Paroki Dalem), Rama Antonius Amisani Kurniadi, Pr (Pastor Paroki Santa Theresia Jombor), dan Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr (Pastor Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi).
Misa Peringatan HPS 2022 ini mengusung tema “Solidaritas pangan, semakin peduli dan bermurah hati”.
Ketua Komisi PSE Kevikepan Surakarta Rama Agustinus Nunung Wuryantoko dalam pengantar misa menyampaikan, data yang dirilis Kompas.com pada Juni 2022 menyebutkan, di Indonesia, terdapat 39,8 persen sampah makanan dalam setiap tahunnya. Dan dari jumlah itu, sebagian sampah makanan berasal dari makanan hajatan.
“Misalnya, saat prasmanan, orang mengambil banyak makanan, tetapi tidak dihabiskan. Atau kalau menerima nasi kotak, hanya sedikit makanan yang diambil (dimakan). Sisanya dibuang. Padahal di lain tempat, masih ada 8 persen dari warga yang membutuhkan makanan,” kata rama.

Rama Nunung menambahkan, berdasarkan data, Indonesia ini kaya akan keragaman makanan lokal hayati. Setidaknya, ada 300 jenis makanan lokal hayati.
“Nah, bagaimana kita memperhatikan (dan memanfaatkan) keragaman makanan lokal ini. Maka, dalam peringatan HPS ini kita disadarkan kembali. Kita perlu menghaturkan syukur kepada Tuhan atas berkat makanan yang kita terima,” ujar rama.
Sedang Vikep Surakarta Rama Robertus Budiharyana, Pr dalam homili menyatakan, ada sejumlah data yang membuat masyarakat akan kaget.
“Hasil analisis Kompas pada 19 Mei 2022 menyebutkan, kalau dihitung (dinominalkan), sampah makanan dari tahun 2000 sampai 2019 mencapai Rp330 triliun. Itu jumlah yang luar biasa banyaknya. Dan setiap orang Indonesia, rata-rata membuang makanan setara Rp 2,1 juta per tahun,” ungkap rama.

Melihat fenomena itu, maka Rama Robertus Budiharyana mengajak umat untuk melakukan tindakan yang konkret sesuai dengan tema peringatan HPS tahun 2022 ini, yaitu solidaritas pangan, semakin peduli dan bermurah hati .
Pertama, umat perlu mengupayakan pola makan secukupnya dan sehat. Umat dibiasakan untuk tidak membuang pangan. Karena pangan adalah anugerah Tuhan. Membuang sampah makanan berarti merampas hak mereka yang membutuhkan pangan.
“Umat juga perlu membududayakan pangan lokal. Bapenas RI menyebut, ada 77 tanaman pangan sumber karbohidrat, ada 75 tanaman sumber protein, ada 26 jenis tanaman kacang-kacangan, ada 379 tanaman buah-buahan, ada 226 tanaman sayur-sayuran, dan ada 110 tanaman rempah-rempah untuk bumbu. Ini semua adalah bahan pangan lokal yang bisa kita manfaatkan,” tandas rama.
Kedua, saatnya umat untuk stop aluamah. Aluamah adalah nafsu yang menimbulkan keinginan makan (dan minum) secara berlebihan.
“Nafsu aluamah ini harus kita kendalikan. Jangan kita turuti. Maka, makanlah yang cukup, jangan berlebihan,” pesan rama.
Dan ketiga, umat perlu meningkatkan semangat berbagi pangan.
“Bagi UMKM, silahkan berbagi produknya kepada masyarakat di sekitarnya. Dan bagi umat yang mengadakan acara sembahyangan, kalau konsumsinya ada sisa, berikan kepada mereka yang membutuhkan,” ajak rama.

Di akhir misa, Rama Vikep memberkati gunungan hasil bumi yang telah disiapkan. Umat yang hadir lalu mengalap berkah gunungan tersebut dengan penuh suka cita.
Misa Syukur Peringatan HPS tingkat Rayon Klaten ini berlangsung meriah. Koor dan pengrawit dari Paroki Santo Ignasius Ketandan. Sedang petugas tata laksana dan among tamu dari Paroki Santa Maria Diangkat Ke Surga Dalem.
Usai misa dilanjutkan dengan acara bazar UKM, pentas seni, dan bakti sosial. Bakti sosial ini berupa pemeriksaan kesehatan dan cek gula darah secara gratis.









