WartaKita.org – Para pelaku seni yang tergabung di Sanggar Seni Budaya Saraswati Karangnongko nampak bersuka cita pada Kamis (31/3/2022) pagi itu.
Mereka bergembira karena mulai saat itu, Sanggar Seni Budaya Saraswati Karangnongko menempati kantor sekretariat baru yang juga sebagai tempat untuk latihan berkesenian.
Tempat itu berupa bangunan rumah Jawa bercorak tradisional yang dinamai Pendopo Joglo Kandang.
Kantor sekretariat ini berada di Dukuh Bekelan RT 05 RW 03, Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten.
Pembukaan Pendopo Joglo Kandang yang sekaligus peresmian kantor sekretariat dan tempat untuk latihan berkesenian ini dilakukan oleh Bupati Klaten yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten Sri Nugroho.
Peresmian kantor sekretariat Sanggar Seni Budaya Saraswati Karangnongko ini ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Kepala Disbudporapar Klaten.
Bupati Klaten dalam sambutan yang dibacakan Kepala Disbudporapar Klaten Sri Nugroho mengatakan, seni tari dapat dijadikan sebagai media komunikasi dengan masyarakat. Di Kabupaten Klaten ini terdapat banyak pelaku seni, seperti seni tari, wayang, pedalangan, karawitan, dan sebagainya. Karena itu, para pelaku seni ini diharapkan terus bersinergi dan berkolabrasi.
“Sebelum masa pandemi (Covid-19), seni budaya di Kabupaten Klaten ini berkembang luar biasa. Tetapi di masa pandemi, banyak pelaku seni yang memprihatinkan. Maka kita berharap, pandemi ini bisa segera berlalu, sehingga para pelaku seni dapat kembali berkarya dan berkreasi,” katanya.

Kepala Disbudporapar Klaten Sri Nugroho berharap, keberadaan Sanggar Seni Budaya Saraswati Karangnongko ini dapat menjadi wadah bagi para pelaku seni, terutama anak-anak muda dalam berkarya dan berkreasi.
“Dengan demikian diharapkan, anak-anak muda dapat melestarikan budaya Indonesia. Generasi muda bisa mempertahankan keaslian budaya Indonesia dari pengaruh budaya luar,” harapnya.
Sedang Ketua Sanggar Seni Budaya Saraswati Karangnongko Wiyono Hadi Prayitno menyampaikan, Sanggar Seni Budaya Saraswati ini berdiri sejak tahun 2013.
“Sanggar seni ini juga sudah memiliki Badan Hukum dari Kemenkumham RI yaitu AHU-0017357-AH.01.07 Tahun 2017. Jadi, Sanggar Seni Budaya Saraswati Karangnongko sudah berbadan hukum resmi,” tandasnya.
Wiyono Hadi Prayitno menambahkan, selain berkegiatan dalam bidang seni dan budaya, Sanggar Seni Budaya Saraswati juga bergerak dalam bidang pemberdayaan para pelaku UMKM di Kecamatan Karangnongko. Adapun usaha para pelaku UMKM di bawah naungan atau pendampingan Sanggar Seni Budaya Saraswati ini antara lain dalam bidang pakaian, minuman herbal, kripik dan lain lain.
”Salah satu minuman herbal yang dihasilkan oleh UMKM dampingan Sanggar Seni Budaya Saraswati yaitu madu ekstrak cacing yang sudah difermentasi. Ekstrak cacing plus madu ini sangat berkhasiat bagi pengobatan beberapa penyakit,” jelasnya.

Terkait peluncuran Tari Bhayangkara Nusantara, Wiyono Hadi Prayitno menjelaskan, tari ini adalah buah karya Sanggar Seni Budaya Saraswati. Tujuannya untuk menanamkan jiwa dan semangat nasionalisme di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.
”Adapun semangat dan jiwa dari Tari Bhayangkara Nusantara ini adalah upaya menanamkan jiwa dan semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan kepada generasi muda agar tetap cinta tanah air, negara dan bangsa Indonesia,” ungkapnya.









