Cegah Stunting Di Desa Malangan, Mahasiswa KKN Undip Olah Jagung Jadi Pendamping Susu Formula

Mahasiswa Tim II KKN Undip berfoto bersama para kader PPK di sela kegiatan pengolahan potensi lokal berupa susu jagung di Desa Malangan pada Jumat (2/8/2024).

WartaKita.org – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang 2024 berhasil melaksanakan program kerja multidisiplin yaitu program pengolahan potensi lokal berupa susu jagung di Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.

Program pengolahan potensi lokal berupa susu jagung yang bertajuk “Pemanfaatan Potensi Lokal Melalui Pembuatan Susu Jagung Sebagai Pendamping Susu Formula” ini diadakan di Balai Desa Malangan pada Jumat (2/8/2024).

Bacaan Lainnya

Program inovatif tersebut dipilih karena Desa Malangan memiliki lahan pertanian yang sebagian besar ditanami jagung. Untuk diketahui, jagung mengandung kadar protein, vitamin, dan karbohidrat yang tinggi.

Selain itu, juga dilatarbelakangi oleh masih banyaknya anak stunting di Desa Malangan. Dari total 248 anak di Desa Malangan, terdapat 29 anak yang mengalami stunting. Jumlah itu terdiri dari 15 anak laki-laki dan 14 anak perempuan.

Bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Tim Mahasiswa KKN Undip adalah penyuluhan dan demonstrasi secara langsung pembuatan susu jagung di Balai Desa Malangan.

Sedang penyuluhan mengenai jagung dipaparkan oleh tim sesuai dengan program studi masing-masing mahasiswa. Seperti mengenai kandungan jagung, pemilihan jagung sebagai bahan baku, hubungan jagung dengan stunting pada anak, alat dan bahan dalam pembuatan susu jagung, dan cara pembuatan.

Tim Mahasiswa KKN Undip juga mendemonstrasikan secara langsung proses pembuatan susu jagung yang dimulai dari proses penggilingan jagung menggunakan blender, penyaringan, proses memasak, hingga susu jagung siap diminum.

Dengan adanya demonstrasi secara langsung mengenai proses pembuatan susu jagung ini diharapkan para kader PKK dapat mempraktikkan sendiri di rumah.

“Baru kali ini saya minum susu jagung. Ternyata enak, dan banyak manfaatnya juga. Terima kasih atas ilmu barunya, Mas dan Mbak KKN,” tutur Tiwi.

Program ini mendapat respon positif dari kader PKK Desa Malangan. Para kader PKK merasa terbantu dengan adanya program kerja inovatif ini.

Tim Mahasiswa KKN Undip berharap, program ini menjadi langkah awal untuk pemanfaatan potensi lokal desa dan sebagai upaya untuk pencegahan stunting.

Pos terkait