WartaKita.org – Dampak dari pemberitaan “miring” mengenai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten mulai dirasakan oleh pengelola dan masyarakat setempat.
Belakangan ini, jumlah pengunjung ke Umbul Ponggok menurun drastis. Akibatnya, omzet pemasukan dari Umbul Ponggok juga berkurang secara signifikan.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Ponggok Junaedhi Mulyono saat ditemui wartawan di Umbul Besuki, Minggu (17/11/2019) sore.
“Sejak sering munculnya berita “miring” mengenai BUMDes Ponggok beberapa bulan lalu, jumlah pengunjung di Umbul Ponggok kini turun drastis, sekitar 55 sampai 60 persen. Bagi kami, angka ini sangat besar. Karena ini sangat berdampak bagi pengelola BUMDes dan masyarakat secara langsung,” katanya.
Kades Junaedhi Mulyono menjelaskan, berdasarkan laporan tiga bulan terakhir ini (dari bulan Agustus hingga Oktober), jumlah pengunjung di Umbul Ponggok hanya sekitar 11.000 orang. Padahal sebelumnya, jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 35.000 orang pada setiap bulannya. Jadi penurunan jumlah pengunjung sangat signifikan.
“Penurunan pengunjung itu sebenarnya sudah kami prediksi tiga tahun terakhir ini. Kalau trend wisata tidak ada peningkatan, maka akan terjadi track penurunan. Hanya saja, keadaan ini diperparah dengan munculnya berita-berita “miring” terkait BUMDes Ponggok. Akibatnya, waktu kami habis tersita untuk mengurusi sesuatu yang kurang penting itu. Dan ternyata, ini berdampak pada penurunan jumlah pengunjung. Seperti terlihat pada laporan itu,” paparnya.
Junaedhi menyatakan, untuk “menambal” penurunan jumlah pengunjung tersebut, maka pihaknya telah melakukan berbagai upaya seperti menghadirkan tamu (kunjungan) study banding, membuka wahana baru, menggencarkan promosi ke sekolah dari PAUD sampai SMA, dan lainnya.
“Ini dilakukan agar jumlah pengunjung ke Desa Ponggok bertambah banyak lagi. Agar masyarakat bisa belajar mengelola BUMDes dengan baik, pengunjung bisa menikmati wahana wisata dengan senang dan nyaman, anak-anak bisa mengenal wisata edukasi sejak dini, dan lainnya,” harapnya.









