WartaKita.org – Bulan Ramadan 1445 Hijriah atau 2024 Masehi ini benar-benar membawa berkah bagi para Pengurus (Takmir) Masjid dan Mushola se Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Mengapa?
Karena mulai April 2024 ini, seluruh Pengurus Masjid dan Mushola se Desa Kemudo didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian, mereka akan terlindungi BPJS Ketenagakerjaan jika terjadi kecelakaan kerja atau meninggal dunia.
Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Kemudo Hermawan Kristanto dan Direktur Bimantoro Agency Indonesia (BAI) Bayu Wiwoho kepada perwakilan Pengurus Masjid dan Mushola di Balai Desa Kemudo pada Kamis (4/4/2024) sore.
Kegiatan ini bersamaan dengan acara buka bersama dan silaturahmi dalam rangka pembagian “THR” (tunjangan hari raya) kepada BPD, Ketua RW, Ketua RT, Kader PKK, Kader Kesehatan, Karang Taruna, Gapoktan, Posyandu Remaja, dan lainya.
Acara ini dihadiri 256 orang.
Kepala Desa Kemudo Hermawan Kristanto menyampaikan, program pendaftaran Pengurus Masjid dan Mushola se Desa Kemudo menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan bentuk apresiasi dan kepedulian Pemerintah Desa kepada mereka.
“Ini keberkahan kita di bulan Ramadan. Yang mana pengurus Masjid dan Mushola yang selama ini mengabdikan diri untuk kegiatan keagamaan di Desa Kemudo, alhamdulillah, kami bisa memihaki,” katanya.
Hermawan Kristanto menyatakan, momen ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Pemdes Kemudo.
“Dalam hal ini, ketika mereka terjadi risiko apapun, ketika mereka masih aktif di masjid, di mushola. Dan ketika mereka masih punya kegiatan untuk pengabdian di masjid atau mushola itu, maka ini suatu penghargaan tersendiri bagi mereka,” ujarnya.
Hermawan mengatakan, ke depan, pengurus gereja yang ada di Desa Kemudo juga akan didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Insyaallah, tidak hanya Islam saja. Kebetulan di Kemudo itu ada Gereja Pantekosta, Gereja Katolik, dan wihara. Itu nanti pengurusnya juga akan kita sikapi, kita pihaki juga,” terangnya.

Tak hanya itu, kedepan, Pemdes Kemudo berencana akan membuat Perdes tentang Pengelolaan sampah rumah tangga yang bekerjasama dengan BUMDes Kemudo Makmur. Ini dimaksudkan agar para pengelolanya bisa tercover BPJS Ketenagakerjaan. Sedang kewajiban atau kerja mereka adalah memilah sampah rumah tangga. Kemudian disetorkan ke BUMDes Kemudo Makmur.
“Insyaallah, semua warga bisa tercover BPJS Ketenagakerjaan tanpa putus. Tapi konsekuensinya adalah membuat lingkungan rumah kita, desa kita menjadi bersih, tidak membuang sampah kemana-mana. Tetapi sudah memilah sampah di rumah. Panjenengan memilah sampah, dan iuran BPJS Ketenagakerjaan sudah dibayarkan dari desa,” terangnya.
Sedang Direktur Bimantoro Agency Indonesia (BAI), Bayu Wiwoho mengemukakan, program pendaftaran Pengurus Masjid dan Mushola se Desa Kemudo menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan terobosan yang cerdas dari Pemdes Kemudo.
“Alhamdulillah, kami bersyukur sekali. Bulan Ramadan ini membawa berkah. Ketemunya formula dan disetujuinya program ini, ya baru kali ini. Akhirnya, seluruh Pengurus Masjid dan Mushola se Desa Kemudo bisa tercover BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya.

Bayu Wiwoho menjelaskan, program pendaftaran Pengurus Masjid dan Mushola se Desa Kemudo menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ini adalah gagasan yang bagus sekali.
Karena Pemdes Kemudo ingin memberikan kepastian atau penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pengurus Masjid dan Mushola yang selama ini telah mendedikasikan dan mendamarbaktikan hidupnya untuk mendidik anak-anak TPA. Mereka juga menjadi garda terdepan yang menjaga moral dan mental para remaja dan masyarakat.
“Akhirnya terwujud hari ini. Seluruh Pengurus Masjid dan Mushola di Desa Kemudo yang jumlahnya 51 orang mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan setelah didaftarkan Pemdes Kemudo, dan iurannya dibayar oleh BUMDes. Ini kerjasama yang apik banget. Yang mungkin bisa ditularkan ke desa-desa lainnya. Dan mungkin, di seluruh Indonesia, baru ada di sini (Kemudo),” ungkapnya.
Bayu Wiwoho menerangkan, dalam program ini, usia tidak dibatasi. Jadi selama mereka masih beraktifitas sebagai Pengurus Masjid dan Mushola, ia berhak mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.
“Sampai kapanpun, nggak ada ruginya mereka ikut BPJS Ketenagakerjaan. Wong 10 tahun (iurannya) hanya Rp2 juta. Kalau 20 tahun hanya Rp4 juta. Itu uang (iuran) yang keluar. Tetapi yang akan diterima keluarga Rp42 juta,” paparnya.
Bayu mengemukakan, Bimantoro Agency Indonesia adalah lembaga swasta yang ditunjuk oleh Pemerintah Desa dan BUMDes Kemudo Makmur untuk melakukan pendampingan, pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan, termasuk dalam pendampingan ketika terjadi kecelakaan kerja dan meninggal.
Bimantoro Agency Indonesia ditunjuk oleh Pemerintah Desa dan BUMDes Kemudo melalui perjanjian kerja sama (PKS). Kerjasama ini sudah dimulai pada tahun 2022, dan diperbarui pada tahun 2023. Dan sampai saat ini, ada sejumlah 1.683 peserta yang didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Jumlah ini sudah termasuk 51 Pengurus Masjid dan Mushola tersebut.

Sementara itu Ketua BPD Kemudo, Suhardi menyambut baik program pendaftaran Pengurus Masjid dan Mushola se Desa Kemudo menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ini.
“Alhamdulillah sekali. Kita ucapkan puji syukur, karena Pemerintah Desa Kemudo sangat memikirkan warganya. Sebagian warga telah didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Dan kali ini pengurus atau takmir Masjid dan Mushola juga masuk BPJS Ketenagakerjaan. Saya senang sekali,” ungkapnya.
Mewakili masyarakat, Suhardi mengucapkan terima kasih kepada Pemdes Kemudo yang sudah memikirkan pengurus Masjid dan Mushola sehingga tercover BPJS Ketenagakerjaan.
“Sehingga apabila nanti, suatu saat mereka mengalami musibah atau apa dalam melaksanakan tugas dan sebagainya, mereka sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan. Ini sangat positif sekali. Ini sangat bagus. Saya rasa, ini baru di Kemudo,” tegasnya.

Terkait, salah satu tokoh agama Islam di Desa Kemudo, Kyai Suhardi mengapresiasi program pendaftaran Pengurus Masjid dan Mushola se Desa Kemudo menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ini.
“Terima kasih. Ini akan memberi semangat dan motivasi bagi para pengurus atau takmir Masjid dan Mushola. Biasane, kula tak teng wingking mawon. Mereka nggak mau jadi pengurus Masjid atau Mushola. Maka kalau besok-besok, saya yakin agak lebih mudah untuk mencari pengurus Masjid dan Mushola,” ucapnya.
Untuk diketahui, di Desa Kemudo ini ada 17 masjid dan mushola. Kemudo terdiri dari 13 RW dan 34 RT. Jumlah penduduknya sekitar 6000 jiwa, dari kurang lebih 1700 Kepala Keluarga (KK).









