Berikan Jaminan Sosial, Pemdes Wunut, Tulung Daftarkan Ribuan Warga Dan Pelaku Seni Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Klaten, Heru Siswanto berfoto bersama Kepala Desa Wunut Iwan Sulistiya Setiawan, Camat Tulung Hendri Pamungkas dan ahli waris penerima santunan jaminan kematian di sela acara halal bihalal dan pagelaran wayang kulit di halaman balai desa setempat, Jumat (28/4/2023) malam.

WartaKita.org – Apa yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten ini layak ditiru oleh desa lainnya.

Untuk memberikan perlindungan atau jaminan sosial bagi warganya, Pemdes Wunut telah mendaftarkan semua Perangkat Desa, BPD, Ketua RT, Ketua RW, kepala keluarga dan istri, serta warga yang sudah bekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Total ada sekitar 1.500 orang dari 2.100 warganya yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini disampaikan Kepala Desa Wunut Iwan Sulistiya Setiawan di sela acara halal bihalal dan pagelaran wayang kulit di halaman balai desa setempat, Jumat (28/4/2023) malam.

“Kita (Pemdes) telah mendaftarkan semua Perangkat Desa, BPD, Ketua RT dan Ketua RW menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mulai tahun 2019. Sedang untuk semua kepala keluarga kita daftarkan pada tahun 2020. Sementara untuk istri kepala keluarga, ibu-ibu PKK, dan semua warga yang sudah bekerja kita daftarkan mulai tahun 2021. Karena kalau yang belum bekerja tidak bisa didaftarkan,” katanya.

Iwan Sulistiya Setiawan menjelaskan, iuran peserta BPJS Ketenagakerjaan ini dibayar oleh Pemerintah Desa yang sumber dananya diambilkan dari keuntungan yang diperoleh BUMDes Sumber Kamulyan Wunut. Untuk diketahui, pendapatan asli desa (PADes) Wunut tahun 2022 lalu hampir mencapai Rp3 miliar.

“Sampai sekarang kita sudah setor iuran sekitar Rp500 juta. Namun, manfaat yang sudah diterima warga lebih dari Rp1,1 miliar,” ujarnya.

Iwan menyampaikan, dalam halal bihalal ini juga diserahkan secara simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada warga Desa Wunut dan pelaku seni, serta penyerahan santunan jaminan kematian (JKM) kepada ahli waris dari Sudarti dan Okta Laras Pratama.

“Halal bihalal ini rutin diadakan setiap tahun. Karena pandemi Covid 19 selama 3 tahun, maka halal bihalal ditiadakan. Dan setelah pandemi dirasa melandai serta pemerintah memberikan kelonggaran, maka kita adakan halal bihalal dengan pagelaran wayang kulit yang bawakan oleh Ki Dalang Tantut Sutanto dengan lakon Kresna Gugah,” jelasnya.

Kades Wunut menambahkan, dalam halal bihalal ini, panitia menyediakan 300 item doorprize untuk warga. Doorprize ini berupa uang Rp50 ribu, Rp70 ribu, Rp100 ribu serta aneka barang elektronik seperti kipas angin, kompor gas, sepeda, dan sebagainya.

“Sebelum halal bihalal ini, kita juga memberikan THR kepada sekitar 700 kepala keluarga masing-masing Rp300 ribu,” tandasnya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Klaten, Heru Siswanto berfoto bersama Kepala Desa Wunut Iwan Sulistiya Setiawan serta pelaku seni di Kabupaten Klaten, Mimin dan Apri usai penyerahan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan di sela acara halal bihalal dan pagelaran wayang kulit di halaman balai desa setempat, Jumat (28/4/2023) malam.

Sedang Camat Tulung Hendri Pamungkas dalam sambutan mengaku bahagia dengan diadakannya halal bihalal ini.

Alhamdulillah, kami ikut bahagia. Halal bihalal ini berlangsung sangat meriah. Juga ada pembagian ratusan doorprize. Semoga halal bihalal ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, kita juga merasa senang karena bisa nguri-uri budaya Jawa. Semoga pagelaran wayang kulit ini bisa jadi hiburan, tontonan dan sekaligus tuntunan bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Klaten, Heru Siswanto menyatakan, momen halal bihalal ini menjadi kehormatan dan spesial bagi dirinya. Karena ia bisa menyerahkan secara simbolis santunan jaminan kematian kepada warga Desa Ngunut dan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada dalang, pengrawit, waranggana dan pelaku seni lainnya.

“Semoga semuanya bisa bermanfaat. Ini membuktikan bahwa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan itu tidak sia-sia. Dari iuran sekitar Rp500 juta, warga Desa Wunut menerima santunan sampai Rp1,1 miliar. Semoga Desa Wunut bisa menjadi pelopor untuk desa-desa lainnya. Semua Perangkat Desa dan warganya telah didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Semoga ini menjadi inspirasi  bagi desa-desa lainnya,” harapnya.

Kepala Desa Wunut Iwan Sulistiya Setiawan menyerahkan tokoh wayang kepada Ki Dalang Tantut Sutanto.

Terkait, pelaku seni di Kabupaten Klaten, Mimin dan Apri yang tampil sebagai bintang tamu pada pagelaran wayang kulit tersebut mengaku senang karena sudah didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Ya, saya senang karena sudah ikut BPJS Ketenagakerjaan. Iuarannya sangat murah, dan manfaatnya sangat banyak. Yang jelas, kami menjadi lebih tenang, lebih ayem dalam bekerja,” ucap Mimin.

Pos terkait