WartaKita.org – SD Negeri Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten menggelar Festival Kitiran di Lapangan Desa Karangdukuh pada Sabtu (3/2/2024).
Kepala SDN Karangdukuh Th Ani Widyastuti menjelaskan, Festival Kitiran ini mengusung tema “Ekspose Pembelajaran Dengan Alat Peraga Berbasis Kearifan Lokal”. Festival Kitiran diisi dengan kegiatan Kirab Kitiran, Belajar Sains Kitiran, Lomba Kitiran, Pameran Kitiran, serta pembagian hadiah dan doorprize.
“Puncak kegiatan Festival Kitiran SDN Karangdukuh itu digelar pada hari ini, Sabtu (3/2/2024). Namun pada minggu sebelumnya, kitiran ini dipakai sebagai media pembelajaran, baik itu di P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) maupun kegiatan pembelajaran sebagai alat peraga pembelajaran tentang perubahan energi,” katanya.
Ani Widyastuti menyampaikan, media pembelajaran kitiran ini mengajarkan anak-anak tentang bagaimana angin bisa menggerakkan kitiran, atau mengenai perubahan energi.
“Selain itu, juga mengeksplor kreatifitas anak-anak. Supaya anak-anak bisa lebih mengkreasikan kitiran itu tidak hanya dari kertas. Tetapi juga pemanfaatan barang-barang tidak terpakai,” ujarnya.
Ani Widyastuti menyatakan, SDN Karangdukuh memilih media pembelajaran kitiran karena anak-anak sekarang itu (menurut dirinya) seperti masih belum mengenal sebagai kearifan lokal.
“Dolanan-dolanan tradisional, seperti kitiran yang jaman dulu dipakai untuk tidak hanya ben mubeng, tetapi juga membantu petani. Misalnya untuk menghalau burung kalau diberi suara. Nah, anak-anak sekarang kurang mengenal itu. Maka menurut saya, kita perlu menyentuh kearifan lokal untuk dikenalkan dengan anak-anak dari kecil,” ungkapnya.

Ani mengatakan, tujuan dari Festival Kitiran ini yaitu membuat anak-anak menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam berbagai kegiatan.
“Karena kalau sekarang di Kurikulum Merdeka itu ada kegiatan P5 juga. Jadi di kegiatan P5 itu kami mengambil tema tentang inovasi, mengeksplor, bagaimana mengangkat kreatifitas anak-anak,” terangnya.
Ia menambahkan, dalam Lomba Kitiran ini pihaknya mengambil tiga pemenang dari setiap kelasnya. Ini dilakukan agar ada keadilan.
“Kalau kelas 1 ya jangan disaingkan dengan kelas 6. Nanti kelas 1-nya pasti kalah dengan yang kelas 6. Untuk kriteria penilaian dari Lomba Kitiran ini yaitu kreatifitas (seperti bentuk, warna), inovasi, fungsional (bisa mubeng atau tidak), dan pemanfaatan bahan (menggunakan dari bahan bekas, berbahaya atau tidak),” paparnya.
Sedang Ketua Komite Sekolah SDN Karangdukuh, Wiyono Hadi Saputra mengaku mendukung Festival Kitiran ini.
“Ya, saya senang sekali dengan adanya Festival Kitiran ini. Apa yang dilakukan kepala sekolah dan jajaran guru ini kita apresiasi. Karena untuk kemajuan sekolah. Maka saya senang sekali. Karena guru-guru sekarang itu banyak yang masih muda dan kreatif,” tuturnya,
Wiyono berharap, kedepannya, murid-murid SDN Karangdukuh ini punya inovasi.
“Dan juga, SDN Karangdukuh ini jangan sampai ketinggalan dengan sekolah yang lain,” harapnya.

Sementara itu, siswa Kelas 5 SDN Karangdukuh, Farendra Novan Pradika mengatakan, ia dan teman-teman lainnya merasa senang banget dengan Festival Kitiran yang baru pertama kali diadakan di sekolahnya.
“Kita tambah semangat, karena ada hadiah dan piagam penghargaan dari sekolah. Kitiran ini saya buat sendiri dengan barang bekas Teman-teman juga tidak merasa repot dan susah dalam membuat kitiran ini. Saya berharap, tahun depan diadakan lagi kegiatan seperti ini,” ucapnya.
Terkait, Anis, orangtua murid Kelas 4 juga mengapresiasi Festival Kitiran ini.
“Kegiatan ini baik banget untuk menumbuhkan kreatifitas anak saya. Orangtua tak merasa repot, karena anak saya bisa buat sendiri dari kaleng barang bekas. Cuma dibantu menge-bor kalengnya. Kegiatan ini luar biasa. Baru kali ini diadakan dan sangat inspiratif. Ada baiknya, nanti diadakan lagi Festival Kitiran ini lagi atau jenis festival lainnya,” pintanya.









