WartaKita.org – Sejumlah 20 siswa Kelas XI yang didampingi seorang guru dari SMA Virgo Fidelis Bawen, Kabupaten Semarang mengunjungi Kantor Credit Union (CU) Kridha Rahardja Tempat Pelayanan (TP) Bawen pada Senin (11/9/2023).
Kunjungan siswa SMA Virgo Fidelis Bawen ke kantor CU Kridha Rahardja TP Bawen ini untuk memenuhi tugas mata pelajaran Akuntansi. Kunjungan ini berlangsung dari pukul 10.00 sampai pukul 12.00 WIB.
Kedatangan mereka disambut Manager CU Kridha Rahardja Nurma Lestari bersama staf kantor pusat.
Pendamping siswa SMA Virgo Fidelis Bawen menyampaikan, tujuan kunjungan siswa ke kantor CU Kridha Rahardja TP Bawen ini untuk belajar banyak tentang Credit Union. Seperti pertama, mengetahui sejarah CU dan nilai-nilai pokok yang sampai sekarang masih dipegang dalam gerakan CU. Kedua, mengetahui tentang mengapa gerakan CU sekarang mulai berkembang dari bawah, bukan atas anjuran Pemerintah, seperti zaman Orde Baru melalui Koperasi Unit Desa (KUD). Dan ketiga, mengetahui tentang apa nilai penting yang perlu dipupuk melalui CU agar memiliki literasi keuangan yang baik bagi kaum muda saat ini.
Manager CU Kridha Rahardja Nurma Lestari menjelaskan, Credit Union berasal dari dua kata, yaitu Credit dan Union. Credit berasal dari bahasa Latin “Credere“ atau“Credo” yang artinya percaya, dan “Union” atau“Unus” yang artinya kumpulan.
“Gerakan Credit Union dipelopori oleh Walikota Flammersfield, Jerman Barat, Friedrich Wilhelm Raiffeisen pada tahun 1864. Saat itu, Raiffeisen mendirikan sebuah organisasi baru bernama “Heddesdorfer Credit Union” dimana kebanyakan anggotanya adalah para petani,” katanya.

Nurma Lestari menyampaikan, melihat situasi dan kondisi yang terjadi saat itu, Raiffeisen berpendapat, bahwa satu, sumbangan tidak menolong diri kaum miskin, tetapi sebaliknya merendahkan martabat manusia yangmenerimanya. Dua, kemiskinan disebabkan oleh cara berpikir yang keliru. Tiga, kesulitan si miskin hanya dapat diatasi oleh si miskin itu sendiri. Empat, si miskin harus mengumpulkan uang secara bersama-sama dan kemudian meminjamkan kepada sesama mereka. Lima, pinjaman harus digunakan untuk tujuan produktif yang memberikan penghasilan. Dan enam, jaminan peminjam adalah watak peminjam.
Nurma menerangkan, pilar Credit Union adalah pendidikan, swadaya, dan solidaritas.
“Pilar pendidikan ini mottonya adalah mulai dengan pendidikan, berkembang melalui pendidikan, dikontrol oleh pendidikan, dan tergantung pada pendidikan. Sedang pilar swadaya, mottonya ialah dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Sementara pilar solidaritas, mottonya yaitu anda susah saya bantu, saya susah anda bantu,” jelasnya.
Ia menambahkan, CU Kridha Rahardja selalu mendampingi anggotanya dalam mengelola keuangan.
“Caranya dengan satu, menabung dari 10 persen pendapatan. Dua, mengangsur pinjaman maksimal 30 persen dari pendapatan. Tiga, biaya sekolah 15 persen dari pendapatan. Empat, biaya rekreasi maksimal 10 persen dari pendapatan. Lima, 2,5 persen sampai 10 persen untuk biaya sosial. Enam, biaya hiburan maksimal 5 persen. Dan tujuh, biaya asuransi 10 persen,” paparnya.
Kegiatan kunjungan ke CU Kridha Rahardja ini mendapat tanggapan yang baik dari para siswa. Mereka mengaku senang dan tertarik karena mendapat pengetahuan yang baru tentang koperasi seperti ini. Dan nantinya, sekolah akan menghubungi CU Kridha Rahardja lagi ketika membutuhkan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan, karena di CU ditekankan mengenai financial literacy.
“Semoga dengan kunjungan ini, siswa menjadi lebih tahu tentang CU, dan lebih bisa mengatur keuangannya sendiri,” ucap salah satu siswa.









