Bangun Pabrik Baru, PT BMG Nanggap Wayang Kulit, Ibra: Semoga Bermanfaat Bagi Masyarakat

Komisaris Utama PT BMG Suharwadi dan Direktur Utama PT BMG Mohammad Ibrahim Al Asy'ari berfoto bersama Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Czi Bambang Setyo Triwibowo dan Sekda Klaten Jajang Prihono usai acara pemotongan tumpeng pada Jumat (24/11/2023) malam.

WartaKita.org – PT Bumi Manfaat Gemilang (BMG), sebuah pabrik beras yang berkantor di Gang Sadewa Dukuh Soran, Desa Duwet, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten terus mengembangkan usahanya.

Setelah berhasil membangun pabrik beras di Dukuh Sedran, Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, kini, PT BMG mengembangkan usahanya dengan membangun pabrik beras yang baru di Desa Jemawan, Kecamatan Jatinom.

Bacaan Lainnya

Sebagai ungkapan syukur dan permohonan doa serta restu atas pembangunan pabrik beras yang baru di Desa Jemawan ini, maka keluarga besar PT BMG menggelar wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Babad Alas Wanamarta” yang dimainkan Dalang Ki Kusni Kesdik Kesdo Lamono di Dukuh Soran, Desa Duwet pada Jumat (24/11/2023) malam.

Pagelaran wayang kulit ini dihadiri sejumlah pejabat seperti Bupati Klaten yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono, Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Czi Bambang Setyo Triwibowo, Kapolres Klaten AKBP Warsono, sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Klaten, Muspika Ngawen, para Kepala Desa dari Kecamatan Ngawen, Karangnongko, dan Jatinom, serta masyarakat sekitar.

Rangkaian acara diawali dengan doa yang dipimpin oleh Hj Sri Suryani, ibu dari Direktur Utama PT BMG, Mohammad Ibrahim Al Asy’ari.

Komisaris Utama PT BMG Suharwadi dalam sambutan mengatakan, pagelaran wayang kulit ini dimaksudkan sebagai ungkapan syukur serta permohonan doa dan restu atas pembangunan pabrik beras yang baru di Desa Jemawan, Kecamatan Jatinom.

“Mohon doa restu dari panjenengan semua, dan dari seluruh masyarakat atas pembangunan pabrik pengeringan padi dan penyosohan beras di Desa Jemawan agar berjalan lancar, agar berguna bagi masyarakat. Karena doa dari orang banyak itu akan lebih diijabahi Allah,” katanya.

Suharwadi menyatakan, dari kecil, ia memang tidak mengharuskan anaknya, yaitu Mohammad Ibrahim Al Asy’ari (Ibra) untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Yang penting, anaknya bisa bermanfaat bagi orang banyak.

“Dari kecil, Mas Ibra ini saya katakan, tidak jadi pegawai negeri juga tidak apa-apa. Besok kamu jadi pengusaha besar saja. Jadi pengusaha beras seperti Pak Zaini (Sragen). Yang dalam satu hari bisa memproduksi 100 sampai 200 ton. Sehingga penghasilannya melebihi pegawai negeri. Karena dalam satu hari, alhamdulilah, penghasilannya bisa berjuta-juta. Dan yang lebih penting, bisa bermanfaat bagi orang banyak, tidak hanya untuk dirinya sendiri,” ujarnya.

Kepala Desa (Kades) Duwet itu pun selalu berpesan kepada Ibra untuk selalu menyisihkan rejeki dan berbuat sosial bagi masyarakat.

“Kalau ada rejeki, disisihkan untuk sosial. Minimal 2,5 persen, dan syukur bisa 10 persen, untuk warga, untuk orang banyak. Insya Allah, karena ikhlas, nanti Allah akan memberikan rejeki dan barokah yang lebih banyak, dan tak disangka-sangka,” ucapnya.

Sedang Bupati Klaten yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono dalam sambutan menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyambut baik pembangunan pabrik baru PT BMG di Desa jemawan.

“Semoga PT BMG semakin berkembang, semakin terkenal, dan bisa memberikan manfaat, khususnya kepada para petani, serta masyarakat Kabupaten Klaten,” harapnya.

Komisaris Utama PT BMG Suharwadi dan Direktur Utama PT BMG Mohammad Ibrahim Al Asy’ari berfoto bersama Dalang Ki Kusni Kesdik Kesdo Lamono usai penyerahan tokoh wayang Bima Sena pada Jumat (24/11/2023) malam.

Sekda Jajang Prihono mengemukakan, malam ini sungguh menggembirakan, karena ada teladan yang sangat baik antara orangtua dengan anaknya.

“Ini bisa menjadi teladan yang baik untuk kita semua. Yang mana orangtua selalu memberikan nasihat, petuah, doa dan restu kepada anaknya. Dan di sisi lain, anak menerima dan menjalankan nasihat, petuah, dan harapan dari orangtua itu dengan baik. Terkhusus bagi anak yang akan menggapai dan mewujudkan cita-cita orangtua,” tandasnya.

Jajang Prihono mengaku ikut bangga dan berbahagia dengan pembangunan pabrik yang baru PT BMG ini.

“Yang membahagiakan bagi masyarakat, karena pada malam ini, warga diberi hiburan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Karena pertunjukan wayang kulit ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga memberi tuntutan kepada semuanya. Ini baru akan membangun saja kita sudah dibuat bahagia. Maka saya yakin, kalau pabriknya sudah berdiri dan beroperasi, semuanya akan dibuat bahagia lagi. Karena itu, mari kita doakan, dan kita berikan restu serta berkah kepada PT BMG ini,” ajaknya.

Sementara itu Direktur Utama PT BMG, Mohammad Ibrahim Al Asy’ari dalam acara Limbukan mengutarakan, pembangunan pabrik baru ini merupakan sinergi yang baik antara pemerintah dengan pelaku usaha dan petani tentang pentingnya ketahanan pangan.

“Karena jangan sampai, Kabupaten Klaten yang agraris ini, yang gemah ripah loh jinawi, hanya nantinya meninggalkan cerita saja. Padahal pangan merupakan kebutuhan pokok, dimana semuanya harus kita jaga, kita sinergikan,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Ibra ini menambahkan, dengan amanat yang ia terima untuk memimpin PT BMG ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi owner-nya saja. Tetapi juga bermanfaat untuk karyawan, petani, dan masyarakat Kabupaten Klaten.

“Kenapa kita bergerak di bidang pangan? Karena ini menjadi pemikiran kita semua. Bahwa petani Klaten, baik itu petani milenial maupun petani non milenial, kita ajak untuk bekerja keras. Ayo kita garap, wong kita ada sawah,” ungkapnya.

Direktur Utama PT BMG Mohammad Ibrahim Al Asy’ari menyanyi bersama duet dagelan Gareng Tralala dari Karanganyar dan Ida dari Kartasura pada Jumat (24/11/2023) malam.

Ibra berharap, kedepan, tidak ada lagi impor beras terjadi di Indonesia.

“Jangan sampai kita lihat, kita dengar, ada impor beras masuk ke Indonesia. Karena sebenarya pemerintah sudah memperhatikan. Impor beras ini terjadi karena ada faktor gelombang El Nino. Maka, kita para petani, mulailah menggarap sawah dengan baik. Kita nikmati bersama, khususnya untu kesejahteraan petani dan masyarakat,” ungkapnya.

Sebelum pagelaran wayang kulit dimulai, Komisaris Utama PT BMG Suharwadi didampingi Direktur Utama PT BMG, Mohammad Ibrahim Al Asy’ari memberikan tokoh wayang Bima Sena kepada Dalang Ki Kusni Kesdik Kesdo Lamono.

Pagelaran wayang kulit ini bertambah meriah dengan penampilan duet dagelan Gareng Tralala dari Karanganyar dan Ida dari Kartasura.

Dan untuk menyemarakkan suasana, maka panitia menyediakan puluhan hadiah doorprize bagi penonton. Ada sepeda gunung, magic com, rice cooker, kipas angin, dan sebagainya.

Pos terkait