WartaKita.org – Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari merebaknya virus corona.
Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Mereka membuat lumbung desa.
Kepala Desa (Kades) Trucuk Sagiyo, Kamis (9/4/2020) menjelaskan, lumbung desa ini bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak virus corona.
“Sebelum diputuskan, gagasan mengenai lumbung desa ini kita presentasikan kepada Ketua RT, Ketua RW, BPD, dan tokoh masyarakat lainnya. Dan ternyata, mereka antusias. Mereka menjawab, kita perlu mengadakan lumbung desa untuk menangani dampak dari virus corona,” katanya.
Kades Sagiyo mengatakan, lumbung desa ini merupakan imbauan dari Pemerintah.
“Setelah lumbung desa disepakati, selanjutnya Ketua RT dan Ketua RW mengadakan sosialiasi, koordinasi, dan mengimbau kepada warganya yang mempunyai rejeki lebih untuk mau men-shodaqoh-kan (menyumbangkan) rejekinya ke lumbung desa. Sumbangan yang terkumpul ini untuk membantu warga yang terdampak virus corona,” ujarnya.
Sagiyo menyatakan, sampai saat ini sudah terkumpul 64 paket. Setiap paket berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 10 mie instant, dan 1 kg gula pasir.
“Mereka yang mendapat bantuan paket ini adalah warga kurang mampu, yang tidak mendapat bantuan atau program dari Pemerintah seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Ada sekitar 165 keluarga yang layak dibantu,” terangnya.
Sementara itu Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati saat melakukan monitoring mengenai penanganan dan sosialisasi tentang virus corona di Desa Trucuk mengapresiasi positif keberadaan lumbung desa ini.
“Lumbung desa ini perlu dicontoh desa lainnya. Ini sangat menginspirasi. Sangat bagus. Para dermawan dengan ikhlas menyumbangkan apa yang dia punyai. Sak jimpit, sak menir, sak kwintal, diterima dengan senang hati, lalu dikumpulkan untuk membantu mereka yang terdampak corona. Ini adalah wujud nyata dari semangat gotong-royong yang diajarkan Bapak Proklamator, Bung Karno,” paparnya.
Terkait kegiatan monitoring, anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah itu menyampaikan, untuk mencegah dan memutus penularan virus corona, maka masyarakat harus mengikuti anjuran, tatacara, dan standar operasional prosedur (SOP) dari Pemerintah.
“Masyarakat harus menjaga kesehatan. Caranya dengan satu, setiap saat selalu cuci tangan dengan sabun. Dua, setiap pulang dari bepergian harus mandi. Tiga, jaga jarak dengan social distancing dan physical distancing. Empat, hindari kerumunan massa. Dan lima, pakai masker,” terangnya.
Sebelum ke Desa Trucuk, Kadarwati melakukan monitoring ke Desa Jatipuro.
Dalam monitoring di dua desa tersebut, Kadarwati memberikan brosur pencegahan virus corona dan masker untuk dibagikan kepada masyarakat.









